Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Umumnya cerah, 24.2 ° C

Satia, Bocah Obesitas Asal Karawang, Meninggal Dunia

Dodo Rihanto
SATIA, bocah penderita obesitas ekstrem asal Kampung Cilempung, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, saat bersama ayahnya, semasa hidup. Satia meninggal dunia pada Sabtu, 28 September 2019 malam, setelah mengalami sesak nafas.*/DODO RIHANTO/PR
SATIA, bocah penderita obesitas ekstrem asal Kampung Cilempung, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, saat bersama ayahnya, semasa hidup. Satia meninggal dunia pada Sabtu, 28 September 2019 malam, setelah mengalami sesak nafas.*/DODO RIHANTO/PR

KARAWANG, (PR).- Satia Putra (7), bocah penderita obesitas ekstrem asal Kampung Cilempung, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, meninggal dunia setelah mengalami sesak nafas, Sabtu, 28 September 2019 malam. Satya meninggal dengan bobot terakhir mencapai 110 kilogram.

Kabar tentang mininggalnya Satia diterima Pikiran Rakyat dari Camat Cilamaya Kulon, Basuki Rachmat. "Jenazah Satia baru saja di kebumikan di TPU Cilempung (Minggu) siang tadi. Sepertinya, jantungnya diselimuti lemak, sehingga Satia mengalami sesak nafas," kata Basuki, Minggu, 29 September 2019. 

Menurut dia, Satia meninggal sekira pukul 21.00 WIB sebelum sempat dibawa ke rumah sakit. Sebelumnya, anak pasangan Sarli dengan Komariah itu mengeluh sakit dada dan sesak nafas.

Keterangan Basuki dibenarkan Sarli. "Sebelum meninggal anak saya lebih manja dan tidak mau jauh dari orang tua. Terakhir dia minta dibelikan mainan, katanya ini permintannya adalah permintaan terakhir," kata Sarli.

SATIA, bocah penderita obesitas ekstrem asal Kampung Cilempung, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, saat bersama ayahnya, semasa hidup. Satia meninggal dunia pada Sabtu, 28 September 2019 malam, setelah mengalami sesak nafas.*/DODO RIHANTO/PR

Sarli juga membenarkan anaknya mengeluhkan sakit dada dan sesak nafas. Sarli mengaku akan membawa anaknya ke rumah sakit dengan menggunakan becak motor (cator) pinjaman dari tetangganya.

"Baru juga saya bersihkan cator, tapi anak saya sudah keburu meninggal dunia," katanya.

Disebutkan juga, terakhir ditimbang bobot Satia mencapai 110 kilogram. Sebelumnya, berat badan Satia sempat turun 97 kilogram ketika diberi obat penurun nafsu makan oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah Karawang.

Namun kemudian, berat badannya naik lagi hingga 110 kilogram. "Nafsu makannya tetap tinggi meski sempat diobati di rumah sakit," kata Sarli.

Minta dibelikan mainan

Sementara itu, ibu Satia, Komariah, menyebutkan, menjelang kepergiannya, Satia semakin manja kepada orang tuanya. Bahkan, dia berkali-kali minta dibelikan mainan.

"Kami sudah berapa kali membelikan mainan, tapi dia bilang belikan sekali lagi karena ini terakhir dia minta dibelikan mainan," kata Komariah.

SATIA Putra (7), bocah penderita obesitas asal Kampung Cilempung, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD Karawang untuk diperiksa, Rabu, 3 Juli 2019.*/DODO RIHANTO/PR

Satia sempat menjalani perawatan di rumah sakit RSUD Karawang. Akan tetapi ketika tim dokter menyarankan agar dilakukan operasi pemotongan usus, orang tuanya tidak setuju.

Ibunya mengaku tidak tega anaknya dibedah Dia berpendapat, anaknya dalam kondisi sehat, sehingga tidak perlu dioperasi.

Akhirnya pihak rumah sakit memulangkan Satia setelah diketahui tidak ada gangguan dalam organ lain, kecuali obesitas.

"Waktu itu kami diberi obat penurun nafsu makan, tetapi nafsu makan Satia tetap tinggi," kata Komariah.***

Bagikan: