Pikiran Rakyat
USD Jual 14.012,00 Beli 14.110,00 | Umumnya cerah, 30 ° C

Masjid Terapung Gagal Dibangun di Situ Gede, Pihak PSDA  Tidak Mengizinkan

Windiyati Retno Sumardiyani
WARGA menaiki perahu bebek di Situ Gede, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin, 9 September 2019. Pemkot Bogor bekerja sama dengan Pemprov Jawa Barat akan menata Situ Gede menjadi ruang terbuka yang ramah untuk aktivitas masyarakat serta menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Bogor.*/ANTARA
WARGA menaiki perahu bebek di Situ Gede, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin, 9 September 2019. Pemkot Bogor bekerja sama dengan Pemprov Jawa Barat akan menata Situ Gede menjadi ruang terbuka yang ramah untuk aktivitas masyarakat serta menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Bogor.*/ANTARA

BOGOR, (PR).- Rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membangun masjid terapung di kawasan Situgede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor batal dilakukan. Balai Pengelola Sumber Daya Air tidak mengeluarkan rekomendasi  pembangunan masjid terapung di kawasan situ tersebut. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Kota Bogor, Shahlan Rasyidi, Jumat, 27 September 2019.

“Masjid terapung memang enggak jadi, dalam aturan memang tidak boleh ada pembangunan di atas air jadi BPSDA tidak mengizinkan,” ujar Shahlan kepada “PR”, Jumat, 27 September 2019.

Meskipun gagal membangun masjid terapung, Shahlan memastikan Pemprov Jawa Barat tetap mengalokasikan anggaran kepada Kota Bogor untuk menata kawasan Situ Gede sebagai kawasan wisata. Nantinya, Pemprov Jabar akan membangun sejumlah sarana seperti lintasan lari, sarana kuliner, dan kamar mandi di kawasan tersebut.

“Situ Gede akan kita fungsikan menjadi tempat wisata, tapi tidak akan mengubah fungsinya sebagai kawasan resapan air.  Kenapa fokus ke pariwisata? Karena namanya pariwisata ini merupakan upaya untuk peningkatan ekonomi di semua sektor, kunjungan meningkat,  ekonomi masyarakat sekitar juga bisa maju,” ujar Shahlan.

Pembangunan fisik Situ Gede, lanjut Shahlan, akan dilakukan pada 2020. Saat ini, Pemerintah Kota Bogor sedang menyusun Detil Engineering Design kawasan wisata terpadu di Situ Gede.

“Selain Situ Gede, kita juga dapat bantuan pembangunan pusat budaya, dan creative center dari Provinsi Jawa Barat,” kata Shahlan.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim juga memastikan pembangunan masjid terapung tidak masuk dalam DED penataan kawasan Situ Gede. Dedie pun menyebut pembangunan masjid di kawasan Situ Gede dirasa kurang perlu karena di Situ Gede sudah banyak masjid.

“Saya juga enggak ngerti awalnya kenapa ada konsep masjid terapung, itu kan kajian dari Pemprov Jabar,” kata Dedie.

Dalam penataan kawasan Situ Gede, Dedie menyebut Pemerintah Provinsi Jawa Barat  diprediksi akan menggelontorkan anggaran Rp 5 hingga 25 miliar. Hal tersebut sesuai dengan penetapan kawasan wisata  Pemprov Jabar, di mana Situ Gede masuk dalam kategori  wisata satu. Pembangunan kawasan Situ Gede, nantinya harus sejalan dengan rencana besar Kementerian Lingkungan Hidup  agar tidak merusak fungsi utama dari Situ Gede.

“Untuk tahun ini ada bantuan pembuatan DED untuk sarana penunjang kepariwisataan dari Pemprov Jabar. Konsep ke depannya, semua tergantung kondisi di lapangan. Ada beberapa pihak yang terkait seperti Kementerian KLHK, BBWSCC, Disparbud Jabar, dan SDA Provinsi Jabar.  Semuanya terlibat,” ucap Dedie.

Nantinya, selain mengandalkan anggaran dari Pemprov Jawa Barat, Pemerintah Kota Bogor juga berupaya menggandeng pihak swasta dan masyarakat sekitar  Situ Gede untuk membangun penunjang kepariwisataan di kawasan itu.***

Bagikan: