Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Sedikit awan, 21.8 ° C

Belum Diketahui Penyebab Warga Leuwimunding Majalengka Banyak yang Depresi

Tati Purnawati
DUA orang dalam satu keluarga di Desa Heuleut yang diduga alami gangguan kejiwaan.*/TATI PURNAWATI/KABAR CIREBON
DUA orang dalam satu keluarga di Desa Heuleut yang diduga alami gangguan kejiwaan.*/TATI PURNAWATI/KABAR CIREBON

MAJALENGKA,(PR).- Di Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka banyak warga yang mengalami gangguan kejiwaan. Berdasarkan data hingga Bulan Juli lalu jumlah penderita mencapai 101 orang, di antara mereka ada yang berusia muda dan bahkan remaja.

Kini Pemerintah Kecamatan Leuwimunding dan Puskesmas setempat tengah berupaya menganangani kasus tersebut termasuk melakukan penanganan dengan mendatangkan psikiater dan kunjungan kesehatan ke rumah-rumah warga karena beberapa penderita disebabkan oleh depresi berat.

Di Desa Heuleut Kecamatan Leuwimunding misalnya, menurut keterangan warga jumlah penederita gangguan jiwa mencapai 13 orang. Namun satu orang di antaranya meninggal beberapa bulan lalu dan dua orang sudah sembuh. Sebagian penderita berasal dari  satu keluarga. 

“Dalam satu Kepala Keluarga ada yang mencapai dua hingga tiga orang penderita, ada juga yang rumahnya berdekatan,” ungkap salah seorang kepala Dusun, Ato.

Ditolak cinta

Belum diketahui secara persis apa penyebab gangguan tersebut, hanya menurut sebagian warga ada yang stres karena ditolak cintanya semasa sekolah, ada yang karena ditinggal orang tua, karena keinginanya tidak dikabulkan orangtuanya, ada pula yang tengah berguru sesuatu ilmu dan sebagainya.

“Saurna aya nu ngelmu teu ka taekan, janten kitu,” kata Ato.

Upaya penyembuhannya, ada beberapa keluarga yang melakukan pengobatan sendiri melalui orang pintar sesuai keyakinannya, ada juga yang melakukan pengobatan ke Rumah Sakit Jiwa terutama yang keluarganya mampu. Namun bagi keluarga kurang mampu ada tidak melakukan pengobatan karena tidak memiliki biaya.

Kepala Puskesmas Leuwimunding Kartisem, membenarkan banyaknya warga yang mengalami gangguan kejiwaan. Berdasarkan hasil pendataan jumlahnya mencapai 101 orang, mereka tersebar di sejumlah desa.

Di Desa Ciparay misalnya jumlah penderita mencapai 11 orang, Desa Heuleut 10 orang, Desa Parakan sebanyak 16 orang, Parungjaya dan Patuanan juga jumlahnya cukup banyak serta sejumlah desa lainnya.

Usia produktif

Camat Kecamatan Leuwimunding Iwan Dirwan mengatakan, usia penderita gangguan kejiwaan ini banyak masiih usia produktif, bahkana ada yang masih usia sekolah SMP dan SMA. Penyebabnya ada yang karena faktor lingkungan keluarga seperti orang tuanya bercerai, ada yang karena faktor ekonomi, serta dugaan keturunan dan sebagainya.

“Kami sekarang tengah membuat data penderita gangguan jiwa berdasarkan nama, usia, keluarga dan lokasi rumahnya serta kondisi ekonominya. Hal ini untuk memudahkan penanganan bagi pemerintah,” kata Iwan usai melayat penderita gangguan jiwa asal Desa Leuwikujang yang meninggal, Selasa 24 September 2019.

Disampaikan Iwan dan Kartisem, untuk penanganan sementara kini Pemerintah Kecamatan dan Puskesmas juga melakukan pengobatan dengan melakukan kunjungan ke rumah-rumah penderita terutama bagi pasien yang sudah tidak bisa datang ke Puskesmas karena berbagai alasan. Selain menghadirkan dokter juga menghadirkan psikiater untuk mempercepat penyembuhannya.

Kartisem mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pengobatan bagi penderita ODGJ di Puskesmas, atau dirujuk ke RS jiwa bagi yang sudah kronis dengan fasilitas BPJS.

“Sebagian dari mereka ada yang memiliki karti BPJS ada juga yang tidak walaupun mereka miskin. Penanagannya kami lakukan kunjungan ke rumah-rumah pasien,” kata Kartisem.***

Bagikan: