Pikiran Rakyat
USD Jual 14.118,00 Beli 14.216,00 | Cerah berawan, 31 ° C

Rapat Pleno PBNU di Purwakarta Tetapkan Sejumlah Program Prioritas Menjelang Muktamar

Yusuf Wijanarko
WAKIL Presiden terpilih Ma'ruf Amin (kanan) didampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri), Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar (ketiga kiri), Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj (ketiga kanan) memukul beduk saat membukaan rapat pleno PBNU secara simbolis di Pondok Pesantren Al-Muhajirin II, Purwakarta, Jumat 20 September 2019. Rapat pleno PBNU akan membahas kinerja badan otonom, lembaga, dan evaluasi program PBNU sekaligus mengumumkan tempat diselenggarakannya Muktamar ke-34 tahun 2020.*/ANTARA
WAKIL Presiden terpilih Ma'ruf Amin (kanan) didampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri), Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar (ketiga kiri), Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj (ketiga kanan) memukul beduk saat membukaan rapat pleno PBNU secara simbolis di Pondok Pesantren Al-Muhajirin II, Purwakarta, Jumat 20 September 2019. Rapat pleno PBNU akan membahas kinerja badan otonom, lembaga, dan evaluasi program PBNU sekaligus mengumumkan tempat diselenggarakannya Muktamar ke-34 tahun 2020.*/ANTARA

PURWAKARTA, (PR).- Rapat Pleno PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) menetapkan sejumlah program prioritas menjelang digelarnya Muktamar Ke-34 Nahadlatul Ulama.

"Sejumlah program prioritas ini bisa menjadi langkah konkret dalam menyongsong Muktamar Ke-34 Nahdlatul Ulama," kata Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj usai Rapat Pleno PBNU di Purwakarta, Sabtu 21 September 2019.

Dia mengatakan, program-program prioritas tersebut di antaranya penanganan masjid, terutama masjid di lingkungan kantor badan usaha milik negara (BUMN).

Hal tersebut menjadi program prioritas karena peran masjid dan musala penting dalam memajukan kemaslahatan umat. Sehingga, ujarnya, program Nahdlatul Ulama dari pusat hingga ranting dan anak ranting harus mengutamakan penggarapan masjid secara lebih intensif menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama Tahun 2020.

"Program prioritas lainnya ialah menghidupkan lembaga dakwah," katanya seperti dilaporkan Antara.

Menurut Said Aqil Siradj, sosialisasi Islam Kebangsaan dan Islam Wasathiyah melalui media sosial harus lebih diintensifkan dalam mengembangkan kerja dakwah melalui media sosial. Media sosial harus diisi dan dipenuhi konten-konten Ahlussunnah Wal Jamaah.

RAPAT pleno PBNU di Pondok Pesantren Al-Muhajirin II, Purwakarta, Jumat 20 September 2019. Rapat pleno PBNU akan membahas kinerja badan otonom, lembaga, dan evaluasi program PBNU sekaligus mengumumkan tempat diselenggarakannya Muktamar ke-34 tahun 2020.*/HILMI ABDUL HALIM/PR

Said Aqil Siradj mengemukakan, kaderiasi yang dibarengi pelatihan teknis dan keahlian khusus yang strategis seperti penguatan teknologi informasi dan media sosial masuk dalam program prioritas Nahdlatul Ulama menjelang Muktamar.

Tiga program prioritas lainnya ialah penguatan pendidikan tinggi dan pendidikan vokasi, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan penyiapan kelembagaan serta mengadvokasi RUU Pesantren, RUU PKS, RUU KUHP, dan RUU Pertanahan.

"Jika RUU Pesantren sudah disahkan menjadi UU Pesantren dan Pendidikan Kegamaan, harus dikawal agar bermanfaat bagi pesantren," kata dia.

Pola dakwah

Pola dakwah, menurut hasil Rapat Pleno PBNU, perlu dimodifikasi untuk merespons tantangan zaman.

"Rapat Pleno PBNU yang digelar di Pondok Pesantren Al Muhajirin Purwakarta sudah tuntas, berlangsung selama dua hari pada 20-21 September 2019," kata Ketua Said Aqil Siradj.

Selain mendengarkan laporan 13 badan otonom dan 18 lembaga-lembaga di bawah naungan PBNU, rapat pleno PBNU juga membahas beberapa masalah keorganisasian serta isu-isu aktual.

Atas isu-isu aktual yang terungkap dalam rapat pleno tersebut, perubahan, modifikasi, dan migrasi pola dakwah perlu dilakukan.

Rapat pleno itu merekomendasikan agar seluruh perangkat organisasi Nahdlatul Ulama menjadikan bidang dakwah melalui media sosial sebagai kesadaran gerakan organisasi.***

Bagikan: