Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Umumnya cerah, 32 ° C

Kancil Diproyeksikan, Pengemudi Ojek dan Angkot Khawatir Pendapatan Turun

Tommi Andryandy
SALAH satu model mobil kancil.*/MOTOKARS.COM
SALAH satu model mobil kancil.*/MOTOKARS.COM

CIKARANG, (PR).- Kendaraan Niaga Cilik, Irit dan Lincah (Kancil) diproyeksikan hadir di Kabupaten Bekasi. Mobil mungil ini rencananya bakal beroperasi untuk melayani transportasi di sekitar perumahan.

Di sisi lain, sebelum mengaspal, regulasi tentang operasional kancil ini diharapkan rampung dengan kajian yang matang. Agar kendaraan yang sempat disiapkan untuk menggantikan bajaj di DKI Jakarta itu tidak mematikan usaha transportasi lain, seperti ojek pangkalan.

Ketua Koanda Kabupaten Bekasi, Yaya Ropandi mengatakan, salah satu latar belakang diusulkanya Kancil itu karena selama ini wilayah perumahan belum tersentuh trayek kendaraan umum. Dengan bentuk yang lebih kecil dibanding mobil pada umumnya, Kancil diharapkan mampu melayani warga di perumahan.

“Kancil ini bisa mengangkut para warga perumahan yang ingin menuju ke stasiun, terminal atau ke lokasi yang ada angkutan umumnya. Maka kami usulkan ke Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi agar diproses perizinannya,” kata dia, Sabtu 21 September 2019.

Yaya menuturkan, usulan kendaraan Kancil ini berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 117 Tahun 2017 tentang Angkutan Tidak Dalam Trayek. Di antaranya angkutan sewa, angkutan karyawan dan antar jemput.

“Kancil termasuk angkutan antar jemput yang ada dalam kawasan perumahan. Harapan kami kendaraan ini bisa segera beroperasi. Karena muatannya bisa dua sampai tiga orang. Sedangkan ojek cuma bisa angkut satu orang saja,” ucapnya.

Sempat dipamerkan

Pada peringatan Hari Perhubungan Nasional tingkat Jawa Barat yang digelar di Kabupaten Bekasi, Kamis (19/9/2019) lalu, lima unit Kancil sempat dipamerkan dengan tiga warna yakni merah, biru dan kuning. Gubernur Ridwan Kamil beserta Bupati Eka Supria Atmaja sempat menaikinya meski tidak dijalankan.

Untuk spesifikasi, Kancil memiliki empat roda dengan lebar 130 sentimeter dan panjang 270 sentimeter. Kancil berkapasitas empat orang dengan satu orang sopir di antaranya. Kancil yang diusulkan di Kabupaten Bekasi menggunakan merek Bajaj Qute itu dengan kapasitas mesin 220 cc berteknologi injeksi. Untuk bobot mobil kancil ini yakni 450 kilogram.

Meski berbentuk seperti mobil, namun cara mengoperasikan Kancil justru mirip sepeda motor dengan sequential 5 percepatan. Pengendara hanya perlu memindahkan gigi dengan mendorong tuas ke depan tanpa harus menginjak kopling. 

Bupati Eka Supria Atmaja mengatakan pemerintah daerah saat ini terus berusaha untuk mengembangkan transportasi massal. Menurutnya Kabupaten Bekasi mempunyai kawasan industri terbesar di asia sehingga transportasi ramah lingkungan juga akan terus di perjuangkan.

“Kami akan terus kembangkan transportasi massal untuk Kabupaten Bekasi. Kita ingin mengintegrasikan dari perumahan ke kawasan industri, agar warga masyarakat lebih mudah aksesnya,” kata Eka.

Harus adil

Sementara itu, rencana operasional Kancil mendapat beragam tanggapan terutama dari mereka yang berusaha di bidang angkutan. Suriat (37), salah seorang tukang ojek mengatakan, pengoperasian Kancil harus diatur secara adil agar tidak mengurangi pendapatan dia ngojek.

"Sekarang kan sudah ada online saja sudah turun pendapatan kami. Penumpang banyak yang pindah ke online. Ini ditambah lagi Kancil, mau bagaimana ojek. Makin habis aja penumpangnya enggak kebagian," kata dia.

Hal serupa diungkapkan Iwan (34). Sopir angkot ini berpendapat Kancil belum terlalu dibutuhkan. Sehingga bila ditetap dioperasikan khawatir bakal menambah persoalan lain. "Kalau khawatir iya soal penumpang, makin sepi nanti. Tapi juga nanti nambah angkutan, nambah macet bae," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Yana Suryana mengatakan, Kancil masih dalam tahap perencanaan. Dia menegaskan bakal ada kajian terlebih dulu sebelum menerbitkan izin beroperasi.

"Saat ini belum bisa beroperasi, hanya perkenalan saja, prosesnya masih harus kami bahas. Mobil itu rencananya hanya untuk kawasan perumahan saja, tidak sampai jalan protokol,” ujarnya.***

Bagikan: