Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 20.4 ° C

Pencemaran Sungai Cileungsi, Ombudsman Panggil Ridwan Kamil

Tommi Andryandy
BUIH keluar dari saluran pembuangan di Kampung Rawa Lele, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Senin, 2 September 2019. Ombudsman Jakarta akan memanggil Gubernur Jawa Barat, perwakilan kabupaten/kota, Mabes Polri dan Kementerian Lingkungan Hidup untuk membahas pencemaran di Sungai Cileungsi.*/TOMMI ANDRYANDY/PR
BUIH keluar dari saluran pembuangan di Kampung Rawa Lele, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Senin, 2 September 2019. Ombudsman Jakarta akan memanggil Gubernur Jawa Barat, perwakilan kabupaten/kota, Mabes Polri dan Kementerian Lingkungan Hidup untuk membahas pencemaran di Sungai Cileungsi.*/TOMMI ANDRYANDY/PR

CIKARANG, (PR).- Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya memanggil Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk membahas pencemaran Sungai Cileungsi. Mereka menanyakan kesiapan pemerintah provinsi menangani pencemaran sungai yang berhulu di Kabupaten Bogor itu.

Pembahasan rencananya bakal digelar Jumat, 20 September 2019 di Kantor Ombudsman Jakarta. Turut dipanggil Dinas Lingkungan Hidup di empat kabupaten/kota Bogor dan Bekasi, Mabes Polri, dan Direktur Jenderal Penegakkan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Besok (hari ini) akan kami tanyakan langsung kesiapan pemerintah provinsi melalui Pak Gubernur untuk menangani ini. Jika tidak, langsung kami alihkan ke Dirjen Gakkum KLHK. Karena ini tidak lagi dapat ditangani di tingkat daerah kabupaten/kota,” kata Kepala Perwakilan Ombudsman Jakarta Raya Teguh Nugroho kepada Pikiran Rakyat, Kamis, 19 September 2019. 

Dalam agendanya, pertemuan tersebut akan membahas rekomendasi yang sempat diterbitkan Ombudsman pada 2018 lalu tentang pencemaran lingkungan. Dalam rekomendasi itu, Ombudsman menemukan ada 57 perusahaan di sekitar Sungai Cileungsi yang tidak memiliki instalasi pengolahaan air limbah (IPAL).

Tidak jalani rekomendasi

Dari hasil penelusuran, kata Teguh, rekomendasi tidak sepenuhnya dijalani. “Dinas Lingkungan Hidup Bogor menyebut ada 17 perusahaan yang telah memerbaiki IPAL-nya, tapi hasil monitoring kami itu tidak sepenuhnya dilakukan,” ucap dia.

Kemudian rekomendasi untuk memidanakan perusahaan yang terbukti mencemari lingkungan tidak dilakukan dengan tegas. “Perusahaan hanya dijerat oleh peraturan daerah yang ada, bukan Undang-undang Lingkungan Hidup. Hasilnya, perusahaan hanya dihukum dengan denda Rp 15 juta. Tentu ini tidak akan membuat jera mereka,” ucapnya.

PENCEMARAN di Sungai Cileungsi, Kabupaten Bogor.*/IRWAN NATSIR/PR

Teguh mengatakan, kondisi Sungai Cileungsi sudah sangat memprihatinkan. Ironisnya, sungai tercemar sejak dari hulu yang kemudian makin memburuk hingga ke hilir. Pencemaran Sungai Cileungsi bahkan dirasakan warga di tiga daerah lain yang dialiri yakni Kabupaten Bogor, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi.

“Maka tiga daerah itu pun kami panggil. Namun memang penanganan ini tidak bisa hanya dilakukan oleh kabupaten/kota. Maka dari itu kami minta provinsi menangani,” ucap dia.

SAMPAH di saluran pembuangan di Kampung Rawa Lele, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Senin, 2 September 2019. Ombudsman Jakarta akan memanggil Gubernur Jawa Barat, perwakilan kabupaten/kota, Mabes Polri dan Kementerian Lingkungan Hidup untuk membahas pencemaran di Sungai Cileungsi.*/TOMMI ANDRYANDY/PR

Selain membahas pencemaran Sungai Cileungsi, pemanggilan itu pun akan membahas soal sampah yang menutupi beberapa sungai di Kabupaten Bekasi. “Kasus sampah ini akan kami mintai penanganannya karena bagian dari aliran Sungai Cileungsi juga,” ucap dia.

Ditangani bersama

Terpisah, Gubernur Ridwan Kamil mengatakan, persoalan pencemaran itu harus ditangani secara bersama baik dari provinsi tapi juga kabupaten/kota. Dari laporan yang masuk, kata dia, persoalan sampah yang menutupi sungai di Kabupaten Bekasi berasal dari kota lain. Sehingga perlu ada pengecekan mulai dari hulu ke hilir.

“Makanya saya minta besok rapat di Ombudsman dihadiri juga oleh kepala daerahnya, termasuk juga dari Kabupaten Bekasi,” ucap dia usai memimpin upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional tingkat Jabar di Cikarang.

Nantinya akan dibentuk tim khusus yang menangani masalah sampah di sungai dan pencemaran sungai lainnya. “Citarum sudah, sekarang Cileungsi termasuk sampah yang viral di Kabupaten Bekasi. Persoalan ini akan menggunakan teori pentahelix dengan melibatkan berbagai unsur,” ucap Ridwan.***

Bagikan: