Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 20.4 ° C

Minggu Depan, Ada Aset Pemkab yang Bakal Dilelang 

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI pelaksanaan lelang.*/DJKN.KEMENKEU.GO.ID
ILUSTRASI pelaksanaan lelang.*/DJKN.KEMENKEU.GO.ID

SUMEDANG,(PR).- Pemerintah Kabupaten Sumedang, melalui Bagian Pengelolaan Barang Daerah Setda Sumedang, dalam waktu dekat ini akan melelang semua aset yang dianggap sudah tidak layak pakai.

Pelelangan barang itu sendiri, menurut rencana akan dibuka secara online pada tanggal 27 September 2019 mendatang.

Seperti disampaikan Kepala Bagian Pengelolaan Barang Daerah Setda Kab. Sumedang, Dr. Asep Dadang Darmawan, Jumat 20 September 2019.

Menurut Asep, barang-barang yang akan dilelang ini, semuanya merupakan aset Pemkab yang kondisinya sudah tidak layak lagi untuk dipakai.

Adapun barang yang akan dilelang, antara lain kendaraan roda empat dan roda dua sebanyak 32 unit, mebeler sebanyak 732 buah, sejumlah perlengkapan kantor, serta pagar-pagar bekas yang sudah tidak dipakai.

"Untuk pelaksanaan lelang ini, kami sudah bekerja sama dengan KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang) Provinsi Jawa Barat. Jadi semua prosesnya kita serahkan saja pada mereka," ujar Asep, usai menghadiri kegiatan coffe morning, di Gedung Negara Sumedang.

Terkait masalah kondisi aset yang akan dilelang, Asep menjelaskan, bahwa seluruh barang yang akan dilelang tersebut, kondisinya telah dicantumkan dalam daftar pengumuman lelang. Sehingga setiap warga yang akan mengikuti proses lelang, bisa dengan mudah melihat kondisi barang-barang tersebut sebelum mereka mendaftar sebagai peserta lelang.

"Siapapun yang berminat, mereka bisa melihat-lihat dulu kondisi barangnya. Namun khusus bagi yang akan mengikuti lelang, mereka wajib menyimpan uang jaminan kepada panitia. Untuk nilai jaminannya, akan tentu disesuaikan dengan nilai barang yang mereka minati," ujarnya kepada wartawan Kabar Priangan, Taufik Rochman.

Namun apabila peserta lelang itu kalah dalam proses lelangnya, secara otomatis uang jaminan tersebut akan dikembalikan lagi ke peserta bersangkutan.

Proses lelang ini, lanjut Asep, sengaja dilakukan dalam upaya meminimalisir biaya pemeliharaan terhadap barang-barang yang sudah tidak layak pakai.
"Barang yang dilelang ini merupakan barang yang sudah tidak produktif. Kalau tetap dipergunakan, maka biaya pemeliharaannya pasti akan lebih besar, jadi mending dilelang saja," katanya.

Dan uang hasil lelang ini, lanjut Asep, nantinya akan langsung masuk ke Kas Daerah.****

Bagikan: