Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Umumnya cerah, 32 ° C

Uji KIR Digital Mulai Diterapkan di Garut

Rani Ummi Fadila
KEPALA Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Suherman (kanan) memberikan kartu uji KIR digital kepada seorang supir truk (tengah) di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Rabu 18 September 2019. Penerapan uji KIR digital dapat mencegah pemalsuan hasil uji KIR.*/RANI UMMI FADILA/PR
KEPALA Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Suherman (kanan) memberikan kartu uji KIR digital kepada seorang supir truk (tengah) di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Rabu 18 September 2019. Penerapan uji KIR digital dapat mencegah pemalsuan hasil uji KIR.*/RANI UMMI FADILA/PR

GARUT, (PR).- Dinas Perhubungan Kabupaten Garut menerapkan uji berkala kendaraan bermotor (KIR) secara digital mulai 1 September 2019. Dengan sistem yang baru tersebut, hasil uji KIR tidak dapat lagi dipalsukan oleh pihak manapun.

Sistem digitalisasi diterapkan pada tahap pencatatan hasil uji KIR. Kini hasil uji KIR tak lagi ditulis secara manual di buku uji KIR. Tetapi dicatat dalam data digital Dinas Perhubungan Kabupaten Garut yang terhubung dengan Kementerian Perhubungan.

Usai melakukan uji KIR, pengendara akan diberikan kartu yang di dalamnya terdapat data optik (barcode) tertentu. Dengan sebuah aplikasi android, data optik tersebut bisa dibaca. Selanjutnya, baik penguji maupun pengendara bisa melihat hasil uji KIR di layar telepon seluler. Data optik juga terpasang di dalam stiker yang ditempel di kaca depan kendaraan setelah melakukan uji KIR.

Data yang tercatat secara digital lebih lengkap dibandingkan data dalam buku uji KIR yang dipakai sebelumnya. Terpampang foto kendaraan saat diuji sehingga dapat dipastikan bahwa kendaraan tersebut benar-benar melaksanakan uji KIR.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut Suherman mengatakan, salah satu keunggulan sistem pencatatan secara digital yaitu dapat menghindari pemalsuan hasil uji KIR. Dinas Perhubungan Kabupaten Garut kerap menemukan buku uji KIR palsu dengan tanda tangan kepala Dinas Perhubungan yang dipalsukan. Sementara data digital tidak bisa diubah oleh pengendara kendaraan.

Dengan demikian, petugas Dinas Perhubungan dapat mengetahui dengan pasti apakah masa berlaku uji KIR pada sebuah kendaraan masih berlaku atau tidak. "Hasil uji KIR juga bisa dipertanggungjawabkan," kata Suherman di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Kamis 19 September 2019.

Penggunaan data digital juga dapat menghindari kejadian hilangnya data karena kejadian tertentu, seperti kebakaran atau bencana alam lain. Selain itu, Bagi Dinas Perhubungan, penggunaan data digital juga membuat kerja lebih efektif karena tidak perlu melakukan lelang pengadaan buku uji KIR. Petugas Dishub tinggal mencetak data uji KIR digital ke dalam sebuah kertas yang dijadikan kartu uji KIR.

Salah seorang supir kendaraan barang, Anton mengapresiasi uji KIR secara digital karena supir tidak bisa lagi mengakali data uji KIR. Anton mengaku pernah melaksanakan uji KIR di sebuah daerah tanpa membawa kendaraan yang akan diuji. Dengan demikian, data di dalam buku uji KIR saat itu palsu.

"Yang penting dapat buku, ubah tanggal (masa berlaku uji KIR)," ujar Anton.

Sementara itu, Ajat Sudrajat, seorang supir truk, menilai, penggunaan kartu lebih sederhana dibandingkan buku uji KIR. Namun, kekurangannya, kartu yang berupa selembar kertas itu bisa saja basah sehingga mudah rusak.***

Bagikan: