Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Umumnya cerah, 32 ° C

Rumput Sulit Dicari, Peternak Khawatir Sapi dan Domba akan Mati

Tim Pikiran Rakyat
ADANG (54) salah seorang peternak domba asal Dusun Cipeureu Desa Awilega Kec. Tanjungkerta, sedang mencari rumput di lahan pesawahan kering di Blok Nagrog Desa Hariang Kec. Buahdua.*/TAUFIK ROCHMAN/KABAR PRIANGAN
ADANG (54) salah seorang peternak domba asal Dusun Cipeureu Desa Awilega Kec. Tanjungkerta, sedang mencari rumput di lahan pesawahan kering di Blok Nagrog Desa Hariang Kec. Buahdua.*/TAUFIK ROCHMAN/KABAR PRIANGAN

SUMEDANG,(PR).- Akibat terlalu lama tidak turun hujan, para peternak sapi dan domba di wilayah Kabupaten Sumedang, kini mulai kesulitan mencari rumput untuk pakan ternaknya.

Sulitnya rumput seperti ini, konon sudah terasa sejak dua bulan lalu, saat saluran dan sumber air di daerah mereka mengering akibat lamanya musim kemarau.

Seperti diakui Adang (54) salah seorang peternak domba asal Dusun Cipeureu Desa Awilega Kec. Tanjungkerta. "Sudah hampir dua bulan kami mengalami kesulitan untuk mencari rumput. Soalnya rumput-rumput di sekitar daerah kami kini sudah mengering dan mati karena tidak terairi," katanya.

Sementara, kata Adang, domba-domba miliknya itu harus tetap diberi makan setiap hari. Karena jika tidak diberi makan, hewan ternaknya itu pasti mati.
Guna memenuhi kebutuhan pakan ternaknya tersebut, dia pun terpaksa harus mencari pakan ke luar daerah.

"Ari kana kituna mah pantes rek gararing oge, soalna tos ampir lima bulan teu aya hujana wae. Sawah nu biasa paranti ngarit abdi oge ayeuna mah sakitu garingna, jadi pantes we pami jukutna paraeh oge," ujar Adang, saat ditemui sedang menyabit rumput di areal pesawahan kering di Blok Nagrog Desa Hariang Kec. Buahdua.

Jasa ojek

Namun demikian, meski saat ini sedang susah rumput, tapi dia harus tetap berusaha untuk mencari pakan walaupun harus ke luar daerah dengan menggunakan jasa ojek atau angkutan umum.

Sebab jika dia tidak mendapatkan rumput, maka hewan-hewan ternaknya pasti akan mati kelaparan, dan dia pun pasti bakal mengalami kerugian akibat kematian ternaknya itu.

"Nya belaan kumaha we, nu penting tiasa kenging jukut. Tina 10 domba teh, abdi sadinten kedah aya dua karung jukut. Lamun kurang nya pasti baregeng dombana," ujarnya.

Masalah susahnya pakan ternak ini dibenarkan Sukarya (67) peternak sapi asal Desa Naluk Kec. Cimalaka. Sulitnya pakan seperti ini, kata Sukarya, memang selalu terjadi hampir setiap musim kemarau.

Makanya, ketika kemarau panjang seperti ini, semua peternak yang biasa mencari rumput liar untuk pakan ternaknya, pasti akan merasakan hal yang sama. Karena apabila tanah-tanah ini terlalu lama tidak terairi, maka tanaman juga pasti tidak akan tumbuh, termasuk rumput-rumputnya juga pasti ikut kering dan mati tidak terairi.

"Muhun leres, ayeuna mah meni sesah pisan milarian jukut teh. Komo bapa mah da tos sepuh, tanaga oge tos ngirangan, jadi pami usum halodo kieu teh sok repot," kata Sukarya kepada wartawan Kabar Priangan, Taufik Rochman.***

Bagikan: