Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 26.2 ° C

Penerjun Payung Antarkan Kaki Palsu untuk Warga

Tati Purnawati
PANGLIMA Komando I Angkatan Udara Fajar Prasetyo  menyerahkan bangunan musala secara simbolis dengan kunci kepada Camat Ligung disaksikan Bupati Majalengka.*/TATI PURNAWATI/KABAR CIREBON
PANGLIMA Komando I Angkatan Udara Fajar Prasetyo menyerahkan bangunan musala secara simbolis dengan kunci kepada Camat Ligung disaksikan Bupati Majalengka.*/TATI PURNAWATI/KABAR CIREBON

MAJALENGKA,(PR).- 10 penerjun payung dari TNI AU yang mendarat di Pangkalan TNI AU Lanud Sugiri Sukani membawa bantuan kaki palsu bagi 11 orang warga di Kabupaten Majalengka yang selama ini tidak memiliki kaki sejak lahir dan kehilangan kaki akibat kecelakaan, Kamis 19 September 2019.

Bantuan kaki palsu ini dierahkan Panglima Operasi TNI AU I Marsekal Muda Fajar Prasetyo, kepada 11 warga yang sengaja diundang menghadiri ulang tahun TNI AU di Lanud Sugiri Sukani setelah diserahkan para penerjun kepada panglima.

Selain menyerahkan kaki palsu, pada HUT TNI ini diselenggarakan bakti sosial antara lain operasi karatak sebanyak 100 orang yang penyelenggaraanya dilaksanakan di RSU Cideres, khitanan massal 50 orang anak keluarga tidak mampu, pepalayanan kesehatan, pelayanan KB kesehatan,  dengan sasaran 70 orang, serta pemberian pake sembako untuk warga sekitar sebanyak 300 paket.

Renovasi rumah milik dua warga masing-masing milik Sarni dan Sirun warga Desa Gandawesi, Kecamatan Ligung serta merenovasi sebuah mushola di gandawesi.

Fajar Prasetyo mengungkapkan, kegiatan yang dilakukan TNI AU ini diharapkan bisa meningkatkan jalinan silaturahmi antara TNI AU dengan masyarakat. Ini juga sebagai wujud darma bakti TNI dalam mebantu penanganan masalah sosial dan pembantu Pemerintah Daerah dalam membangun dan menumbuhsuburkan jiwa gotong-royong.

Kegiatan yang dilaksanakan TNI kepada masyarakat ini tidak hanya bantuan fisik namun juga ada kegiatan seminat serta pengenalan tentang potensi kedirgantaraan serta kesehatan di Kecamatan Ligung dengan peserta masyarakat, serta TNI dan Polri.

“Pengenalan potensi Dirgantara ini untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap kedirgantaraan,” katanya.

Persoalan ekonomi

Bupati Majalengka Karna Sobahi yang hadir pada acara tersebut menyampaikan ungkapan terimakasih atas bantuan dan kerja sama yang dilakukan TNI dengan masyarakat dan Pemda Majalengka. Bantuan tersebut membantu mengatasi persoalan ekonomi dan sosial.

Pada acara pelayanan kesehatan Ny Inong Fajar Prasetyo menyempatkan diri melakukan pengecekan kesehatannya dengan memeriksa tensi di tenda. Setelah itu mengunjungi pelayanan KB kes dan hitanan masal.

Sementara itu sejumlah penerima kaki palsu menyambut gembiran bantuan yang diterimanya. Reihan (15) warga Desa Sukaraja Wetan akan pasangan Nadi dan Yati yang sejak lahir hanya memiliki satu kaki dan selalu berjalan dengan satu kaki dengan cara meloncat loncat, cukup semringah. Karena dia bisa berjalan dengan dua kaki. Selama ini dia tak memiliki tongkat untuk membantunya berjalan.

Setiap hari dia mengaku berjalan sejauh 1 km ke sekolahnya kala orangtuanya tak bisa menjemput atau mengantar ke sekolah atau terlambat menjemput.

“Suatu saat dia pernah turun beo karena hentakan loncatan hingga dia sakit,” kata Nadi orang tuanya.

Saat pulang setelah mendapat bantuan kaki, Reihan masih tetap berjalan meloncat-loncat dengan satu kakinya, alasanya menggunakan kaki palsu masih terasa kaku karena belum terbiasa.

Akibat tertabrak

Anak yang mendapat bantuan kaki juga adalah Dewa Fajri Najrudin yang kini masih duduk di kelas I MA di Jatiwangi. Dia sudah dua tahun kehilangan kaki kananya akibat tertabrak. Hanya beberapa tahun lalu dia mendapat bantuan kaki palsu dari Cirebon.

Narto (45) yang mengaku kehilangan kaki akibat jatuh kecelakaan saat menaiki gotrok tebu bersama sejumlah temannya semasa kecil, akan berupaya melatih diri berjalan dengan kaki palsu.

“Tadi saya mencoba berjalan menggunakan kaki palsu agak sedikit sakit dari bekas jahitan diamputasi dan tulang bagian bawah, mungkin karena baru. Tapi akan di coba terus agar bisa berjalan tanpa tongkat,” kata Narto yang hadir ke Lanud menggunakan sepeda angin.

Meski satu kaki, dia nampak mahir menggunakan sepeda angin, karena katanya sudah terlatih sejak kecil menggunakan sepeda dengan satu kaki. Ketika turun dia langsung mengambil tingkat yang dibawanya di sepeda.

Saat berangkat ke tempat kerjapun di pabrik genteng dia menggunakan sepeda anginya.***

Bagikan: