Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Cerah berawan, 20 ° C

PDAM Tirta Galuh Distribusikan Setengah Juta Liter Air Bersih bagi Warga Ciamis

Nurhandoko
PETUGAS Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat Desa  Cisadap, Kecamatan Ciamis, beberapa waktu lalu. Hingga saat ini sedikitnya 10 kecamatan tatar galuh Ciamis mengalami kesulitan air bersih.*/NURHANDOKO/PR
PETUGAS Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat Desa Cisadap, Kecamatan Ciamis, beberapa waktu lalu. Hingga saat ini sedikitnya 10 kecamatan tatar galuh Ciamis mengalami kesulitan air bersih.*/NURHANDOKO/PR

CIAMIS,(PR).- Kemarau yang sudah berlangsung sekitar lima bulan mengakibat banyak warga yang mengalami kesulitan mendapat air bersih. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta galuh Ciamis hingga saat ini sudah menyalurkan sedikitnya setengah juta liter  air bersih.

“Sejak pertama menyalurkan bantuan, setidaknya sudah lebih dari setengah juta atau tepatnya 630.000 liter air bersih sudah didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Sampai saat ini pun kami masih melakukan distribusi,” tutur Direktur PDAM Tirta Galuh Ciamis Cece Hidayat, Kamis, 19 September 2019.

Dia mengatakan distribusi bantuan tersebut dilakukan secara bertahap, karena terbatasanya mobil tanki pengangkut air bersih. Untuk menyaluran air bersih, pihaknya bekerjasama dengan BPBD Ciamis, Polres Ciamis, Kodim 0613 Ciamis dan lainnya.

“Penyalurannya, kami berkoordinasi dengan instansi terkait, dengan demikian penyebaran bantuan dapat dilakukan lebih merata. Kami minta kesadaran masyarakat, agar bersabar menunggu datangnya bantuan, akibat keterbatasan armada, hanya dua mobil tanki,” ungkapnya.

Cece mengaku beruntung sampai sekarang sumber air baku yang diambil dari Sungai Citandy masih mencukupi. Sehingga pasokan untuk pelanggan juga tidak terganggu. Kondisi tersebut berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya, ketika sumbaer air baku hanya berasal dari aliran Sungai Cileuer, yang harus berbagi dengan petani.

“Alhamdulillah sumber air baku tidak ada masalah, sehingga pasokan untuk pelanggan serta bantuan kepada masyarakat tidak terganggu. Selama masyarakat masih memerlukan bantuan air bersih, kami siap membantu. Semoga saja hujan juga turun, sehingga masyarakat dapat kembali mandiri menyediakan air bersih,” katanya.

Sementara itu sejumlah warga di desa Cisadap, Ciamis yang mengalami kesulitan air bersih, sejak beberapa bulan lalu memanfaatkan sumber air untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Sumber air air yang berada di wilayah tersbut, letaknya cukup jauh dari permukiman. Selain itu untuk mencapai lokasi juga harus melalui jalan setapak.

Sumber air tersebut berada di sela bebatuan, sehingga airnya jernih. Beberapa daun juga tampak berada di dasar sumber air yang oleh warga juga disebut dengan sumur siuk. Warga memanfaatkan air tersbeut untuk kebutuhan rumah tangga.

“Sumur sudah lama kering, jadi sumber air bersih yang dari mata air saja. Tidak pernah kering, airnya juga jernih, sehingga dapat untuk memasak,” ujar Yayah, warga Cisadap.

Terpisah Kepala Bidang Kedaruratan dan Logstik BPBD Ciamis Ani Supiani mengatakan setiap hari masih menyalurkan bantuan iar bersih. Diakui beberapa lokasi distribusi cukup sulit dijangkau oleh mobil tanki pengangkut air bersih.

“Masih rutin , karena permintaan bantuan air bersih juga masih masuk. Untuk penyaluran bantuan, kami juga bekerjasama dengan PDAM. Kami juga menyampaikan terimakasih apabila ada institusi atau lembaga yang hendak membantu menyalurkan air bersih,” katanya.

Saat ini setidaknya 10 kecamatan mengalami kesulitan air bersih. Yakni Cikoneng, Cisaga, Ciamis, Cipaku, Cijeungjing, Pamarican, Banjaranyar, Banjarsari, Purwadadi, Baregbeg.***

 

Bagikan: