Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Cerah berawan, 20 ° C

Diduga Asma, Rastam Tewas dalam Kebakaran Lahan

Hilmi Abdul Halim
ILUSTRASI.*/ADE MAMAD/PR
ILUSTRASI.*/ADE MAMAD/PR

PURWAKARTA, (PR).- Kebakaran lahan di kawasan hutan milik Perhutani, Desa Cibungur, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta menewaskan seorang warga. Kebakaran diduga terjadi akibat pembakaran rumput yang dilakukan oleh korban sendiri.

"Korban diduga menderita penyakit asma dan tak sadarkan diri ketika menghirup asap dari lahan yang terbakar," kata Kepala Kesatuan Pemangkuan Hutan Purwakarta, Arsis Sulistyono setelah memberikan santunan bagi keluarga korban, Kamis 19 September 2019.

Korban dikenal bernama Rastam (60) warga Desa/Kecamatan Banyuasih Kabupaten Karawang. Ia diduga sengaja melakukan pembakaran rumput di lokasi kejadian. Lahan tersebut memang diizinkan untuk dikelola warga sebagai lahan perkebunan.

Kebakaran tersebut dilaporkan terjadi pada pukul 13.50 dan berhasil dipadamkan pada 14.20. "Saat terjadi kebakaran, penyakit asmanya diduga kambuh sehingga yang bersangkutan tidak sadarkan diri hingga akhirnya ikut terbakar," kata Arsis melalui bagian hubungan masyarakat KPH Perhutani Purwakarta.

Menurutnya, lahan yang terbakar mencapai setengah hektar di petak 7c Resort Pemangkuan Hutan Campaka, Bagian KPH Sadang, KPH Purwakarta. Lahan tersebut ditumbuhi jenis tanaman Acacia mangium sejak 2006.

Dalam keterangan persnya, Arsis menyatakan telah berupaya mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan milik Perhutani melalui posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla). Posko tersebut berada di masing-masing BKPH.

Selain itu, jajaran Administratur Perhutani Purwakarta telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar hutan. Serta, melakukan patroli rutin bersama pemangku kebijakan terkait. "Kami telah mengikuti apel siaga dan demonstrasi pengendalian kebakaran hutan," tuturnya.

Sementara itu, Kepolisian Resor Purwakarta masih menyelidiki penyebab kematian korban yang ditemukan tewas terbakar di lokasi kebakaran tersebut. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Purwakarta, Ajun Komisaris Handreas Ardian menyebut korban telah diautopsi.

"Kami masih menunggu hasil autopsi sambil meminta keterangan ke keluarga dan saksi-saksi. Belum bisa dipastikan (kebakaran dan kematian korban) akibat kelalaian, penganiayaan atau pembunuhan," tutur Handreas.***

Bagikan: