Pikiran Rakyat
USD Jual 13.961,00 Beli 14.059,00 | Umumnya berawan, 19 ° C

Sungai Tertutup Sampah: Habis Viral, Terbitlah Pembiaran

Tommi Andryandy
WARGA menunjukkan aliran sungai yang tercemar dan penuh sampah di Kali Jambe, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Selasa, 17 September 2019. Kondisi ini menambah daftar panjang sungai yang dipenuhi sampah di Kabupaten Bekasi. Di sisi lain, Pemkab Bekasi rupanya tidak memiliki perangkat daerah yang khusus menangani sampah di sungai.*/TOMMI ANDRYANDY/PR
WARGA menunjukkan aliran sungai yang tercemar dan penuh sampah di Kali Jambe, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Selasa, 17 September 2019. Kondisi ini menambah daftar panjang sungai yang dipenuhi sampah di Kabupaten Bekasi. Di sisi lain, Pemkab Bekasi rupanya tidak memiliki perangkat daerah yang khusus menangani sampah di sungai.*/TOMMI ANDRYANDY/PR

CIKARANG, (PR).- Pemerintah Kabupaten Bekasi rupanya tidak memiliki organisasi perangkat daerah yang menangani sampah pada aliran sungai. Akibatnya, sejumlah temuan sungai tertutup sampah yang beberapa kali viral pun tidak ditangani lebih lanjut.

Penanganan hanya sebatas mengangkut sampah di sungai yang viral, hingga tidak diberitakan lagi. Setelah itu, tidak ada tindak lanjut, baik itu pemeliharaan atau upaya mengubah prilaku warga yang membuang sampah sembarang. Alhasil, sampah bukannya nihil tapi justru ditemukan di titik-titik baru.

Teranyar, sungai yang tertutup sampah kembali ditemukan di Kabupaten Bekasi, tepatnya di Kali Jambe RT 07/07 Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan. Sama seperti sungai-sungai sebelumnya, kondisi sungai yang berdekatan dengan Tol Jakarta-Cikampek pada kilometer 19 ini jauh dari kata bersih.

Berdasarkan pantauan Pikiran Rakyat, Selasa, 17 September 2019, sampah telah menutupi sungai yang memiliki lebar sekitar 20 meter itu sepanjang sekitar 100 meter. Diprediksi telah tertimbun sekian lama, sampah bahkan mengeras sehingga menahan laju air yang mengalir.

Terpantau sampah berbahan plastik sisa kemasan makanan mendominasi. Tidak hanya itu, air sungai pun telah menghitam hingga mengeluarkan bau tidak sedap.

Menumpuk dan mengendap

Suwardi (42), warga sekitar mengaku tidak mengetahui pasti kapan pertama kali sampah menumpuk hingga mengendap. Namun, sebelumnya lokasi tersebut sempat dilanda banjir. “Bisa jadi banjir kemudian sampah pada menumpuk, sampai sekarang,” katanya.

Kendati demikian, dia memastikan sampah tersebut bukan dibuang oleh warga sekitar. “Kalau warga sini enggak mungkin buang sampai sebanyak itu. Ini sungai lantaran ada yang buang dari hulu, numpuk sampai kesini. Harusnya segera diangkut, nanti banjir lagi,” ucap dia.

WARGA memancing ikan di aliran sungai yang tercemar dan penuh sampah di Kali Jambe Kelurahan Jatimulya Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, Selasa, 17 September 2019. Kondisi ini menambah daftar panjang sungai yang dipenuhi sampah di Kabupaten Bekasi. Di sisi lain, Pemkab Bekasi rupanya tidak memiliki perangkat daerah yang khusus menangani sampah di sungai.*/TOMMI ANDRYANDY/PR

Kondisi Kali Jambe ini menambah daftar sungai penuh sampah di Kabupaten Bekasi. Setidaknya, sejak Januari terdapat enam titik sungai tertutup sampah hingga viral. Sayangnya, penanggulangan sampah itu hanya sekedar pengangkutan, tapi ditangani lebih lanjut.

Tidak punya kewenangan

Dinas Lingkungan Hidup yang turut membidangi kebersihan justru tidak memiliki kewenangan menangani sungai. Sedangkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang yang di dalamnya membidangi sungai melalui bidang pengeloaan sumber daya air pun tidak kompeten menangani sampah.

Kondisi tersebut dibenarkan Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup, Dody Agus Suprianto. Menurut dia, penanganan sampah di sungai tidak bisa sekedar diangkut. Lebih dari itu, perlu pembinaan hingga pengawasan.

“Tugas itu tidak ada yang menangani. Kami tidak memiliki kewenangan terhadap sungai. Dinas PUPR pun tidak fokus penanganan sampah meski membidangi sungai. Ini memang perlu duduk bersama oleh pimpinan. Baiknya direstrukturisasi tugas dan fungsinya atau bahkan dibuat OPD baru,” ujar dia.

Ketiadaan petugas yang berwenang ini, lanjut Dody, telah disampaikan berulang kali kepada pimpinan berbagai tingkatan. “Cuma ya bagaimana, kami hanya bisa melaporkan ke pimpinan, bahkan sejak lama, sebelum ada banyak sampah yang viral ini. Karena tidak bisa hanya ditemukan sampah, viral, diangkut kemudian selesai. Harus ditangani secara komprehensif,” ucap dia.

Lebih jauh diungkapkan Dody, perlu ada komitmen Pemkab Bekasi untuk menangani sampah secara berkesinambungan. Di samping menggenjot infrastruktur, investasi serta berbagai pembangunan lainnya, persoalan sampah harus disiapkan.

“Saat ini perumahan itu banyaknya yang dekat sungai, itu jadi potensi sampah dibuang lagi ke sungai. Makanya ada perumahan, atau pembangunan lainnya itu nanti sampahnya dibuang ke mana, Ini sudah saya sampaikan tapi kewenangan saya hanya sebagai staf,” ujar dia.***

Bagikan: