Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 20.4 ° C

Kopi Cleng dan Kopi Jantan Bahayakan Sistem Saraf

Tim Pikiran Rakyat
PETUGAS sedang sidak ke toko untuk mengantisipasi peredaran produk ilegal.*/TAUFIK ROCHMAN/KABAR PRIANGAN
PETUGAS sedang sidak ke toko untuk mengantisipasi peredaran produk ilegal.*/TAUFIK ROCHMAN/KABAR PRIANGAN

SUMEDANG,(PR).- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bandung, memastikan bahwa kopi bermerek Kopi Cleng dan Kopi Jantan, merupakan produk ilegal yang kandungannya bisa menyerang pada sistem saraf pusat manusia.

"Kopi Cleng dan Kopi Jantan ini ilegal. Semua izinnya dipalsukan. Kopi merek ini, diduga mengandung sildenafil dan tadafil. Jika dikonsumsi dapat menyebabkan kerusakkan pada fungsi saraf pusat," kata Staf Bagian Seksi Inspeksi BPOM Bandung, Wenni, saat memberikan keterangan pers, terkait maraknya warga Sumedang yang keracunan akibat mengkonsumsi kopi penambah stamina, di Kantor Dinas Kesehatan, Rabu 18 September 2019.

Menurut Wenni, kasus warga keracunan akibat mengkonsumsi kopi seperti yang terjadi di Sumedang ini, tentu bukan hal yang baru bagi BPOM. Bahkan karena dianggap membahayakan, BPOM telah memasukan kopi penambah stamina tersebut dalam daftar publik warning.

"Karena izin edar kopi itu palsu. Jadi sudah dipastikan kedua produk tersebut ilegal dan dilarang beredar di Indonesia," ujar Wenni.

Guna mengantisipasi hal tersebut, BPOM Bandung akan melakukan penyisiran ke toko atau kios yang disinyalir menjual produk tersebut.

"Kami baru mengetahui kasus ini dari Dinkes. Kita pasti akan tindaklanjuti, dan kita juga akan lakukan penyisiran untuk mengamankan produk tersebut agar tidak terus beredar ke masyarakat," ujarnya.

Pengawasan Dinkes

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumedang, dr. Reny K Anton, menyebutkan, kasus keracunan yang dialami belasan warga Sumedang itu kini sudah dalam pengawasan Dinkes.

"Kita sudah menindaklanjuti kasus ini secara komprehensif. Bahkan kita juga sudah melakukan gerakan secara masif ke lapangan, agar tidak menambah banyak korban," katanya kepada wartawan Kabar Priangan, Taufik Rochman.

Untuk itu, Reny berpesan kepada warga supaya lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi setiap makan, sebab tidak semua makanan yang beredar itu memiliki izin edar.

Seperti diketahui, baru-baru ini belasan warga di wilayah Kab. Sumedang, dikabarkan mengalami keracunan setelah meminum kopi penambah stamina bermerek Kopi Cleng dan Kopi Jantan.

Akibatnya, belasan warga yang keracunan tersebut, terpaksa harus menjalani perawatan intensif di IGD RSUD Sumedang.

Menurut pengakuan salah seorang korban asal Kelurahan Regol Wetan, Kec. Sumedang Selatan, Redi Suryadipraja (51), dia tiba-tiba merasa pusing dan lemas setelah meminum kopi tersebut.

"Beberapa jam setelah minum Kopi Cleng, saya langsung pusing dan lemas. Bahkan jalan pun sempoyongan, hingga tak sadarkan diri," katanya, di IGD RSUD Sumedang.***

Bagikan: