Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Cerah berawan, 28.7 ° C

Diduga Korban Perampokan, Janda Anak Dua Tewas Dirumahnya

Agus Kusnadi
PETUGAS saat mengevakuasi korban dari dalam rumahnya yang beralamat di kawasan obyek wisata pantai Batu Hiu Parigi ke dalam kendaraan unit ambulans dan dibawa ke rumah sakit untuk di otopsi, Rabu, 18 September 2019.*/AGUS KUSNADI/PR
PETUGAS saat mengevakuasi korban dari dalam rumahnya yang beralamat di kawasan obyek wisata pantai Batu Hiu Parigi ke dalam kendaraan unit ambulans dan dibawa ke rumah sakit untuk di otopsi, Rabu, 18 September 2019.*/AGUS KUSNADI/PR

PARIGI,(PR).- Warga digegerkan dengan ditemukannya Trisna Juwita (36), warga Dusun Golempang RT 01 RW 01 Desa Ciliang, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Korban ditemukan warga sudah tergeletak di ruang tengah rumahnya, Rabu, 18 September 2019 sekitar pukul 04.30 WIB.

Rumah korban berada di dalam kawasan obyek wisata pantai Batu Hiu, sehingga menjadi pusat perhatian bagi para pengguna jalan yang melintas lokasi kejadian. Saat ini, lokasi tersebut sudah dipasang garis polisi oleh petugas dari Polsek Parigi.

Petugas menduga Trisna merupakan korban tindak pidana pencurian yang disertai kekerasan atau 365 KUHP.

Menurut penuturan Ucin (55) tetangga korban, dirinya mengetahui kejadian tersebut setelah anak kedua korban, Rizki (7), memberitahu dan meminta saksi untuk melihat ibunya yang tidur dalam kedaan terlentang di ruang tengah rumah korban.

Selanjutnya, Usin bersama tetangga yang lainnya langsung mendatangi rumahnya untuk memastikan apa yang disampaikan anak korban tersebut.

"Setelah diperiksa, ternyata korban sudah meninggal dunia dengan posisi terletang di lantai," kata Usin, Rabu, 18 September 2019.

Diketahui, pakaian korban tersingkap hingga dada bagian atas. Korban mengenakan celana pendek, dan di atas kepala korban terdapat celana jeans. 

Melaporkan ke polisi

Setelah mengetahui kejadian tersebut, warga langsung melaporkan temuannya ke Polsek Parigi. Tidak lama kemudian, petugas langsung datang ke TKP untuk memastikan laporan tersebut, dan memasang garis polisi sambil menunggu petugas Inafis Polres Ciamis melakukan identifikasi korban. Tampak juga petugas medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran.

Kapolsek Parigi AKP Iwan Sukarelawan melalui Kanit Reskrim Iptu Ajat Sudrajat membenarkan atas kejadian tersebut. Hasil dari pemeriksaan di rumah korban dan para saksi, diduga telah terjadi tindak pidana pencurian dan kekerasan yang mengakibatkan nyawa orang meninggal dunia.

Kata Ajat, menurut dari keterangan para saksi, pada malam harinya sekitar pukul 24.00 WIB, rumah korban yang juga membuka usaha warung telah didatangi oleh tiga orang pria dengan menggunakan buah sepeda motor RX King dan motor matic.

"Belum diketahui motifnya apa, hanya saja korban telah meninggal dunia dan dua unit kendaraan motor dan handphone milik korban juga hilang," ujarnya.

PETUGAS saat mengevakuasi korban dari dalam rumahnya yang beralamat di kawasan obyek wisata pantai Batu Hiu Parigi ke dalam kendaraan unit ambulans dan dibawa ke rumah sakit untuk di otopsi, Rabu, 18 September 2019.*/AGUS KUSNADI/PR

Setelah dilakukan indentifikasi oleh petugas Inafis Polres Ciamis, atas persetujuan dari pihak keluarga korban, jasad dibawa oleh kendaraan ambulans milik Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran yang rencananya akan dilanjutkan ke rumah sakit di Bandung, dengan menggunakan kendaraan ambulans milik Polres Ciamis untuk diotopsi.

Sementara, kedua anak korban masih terlihat shock dan diamankan di rumah keluarganya. Hingga kini, polisi belum mengantongi identitas pelaku.

Sering bertengkar

Di tempat yang sama, menurut keterangan dari salah seorang warga setempat, Abdul Hakim (46), sudah menjadi hal yang biasa rumah korban sering disinggahi tamu.

"Kadang sering terdengar korban cekcok dengan orang yang bertemu ke rumah korban, yang tinggal dengan anak keduanya yang masih kelas satu SD. Soalnya anak pertamanya yang sekolah di SMAN 1 Parigi kost di Bojongsalawe," tutur Abdul Hakim yang akrab disapa Unyil itu.Namun, kegaduhan yang kerap terjadi di rumah korban, kata Abdul, tidak begitu dihiraukan oleh warga setempat.***

Bagikan: