Pikiran Rakyat
USD Jual 14.014,00 Beli 14.112,00 | Sedikit awan, 28.1 ° C

Antisipasi Kecelakaan, Pemda Minta Kewenangan Atur Jalan Purwakarta-Bandung

Hilmi Abdul Halim
PETUGAS Traffic Accident Analysis Polda Jabar melakukan olah TKP kecelakaan beruntun di KM 91 Tol Cipularang, Purwakarta, Selasa 3 Septmeber 2019. Olah TKP tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab kecelakaan beruntun yang melibatkan 21 kendaraan.*/ANTARA
PETUGAS Traffic Accident Analysis Polda Jabar melakukan olah TKP kecelakaan beruntun di KM 91 Tol Cipularang, Purwakarta, Selasa 3 Septmeber 2019. Olah TKP tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab kecelakaan beruntun yang melibatkan 21 kendaraan.*/ANTARA

PURWAKARTA, (PR).- Pemerintah Kabupaten Purwakarta melayangkan surat ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkaitan dengan pengelolaan jalan provinsi. Kewenangan yang terbatas membuat pemerintah daerah terkendala mencegah kecelakaan lalu lintas.

Salah satu lokasi yang rawan kecelakaan berada di jalan wilayah Desa Cijantung Kecamatan Sukatani. "Kalau boleh, minimal dari Sukatani-Ciganea-Purwakarta itu ada pengaturan," kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Purwakarta Saepudin, Selasa 17 September 2019.

Pengaturan secara khusus di jalur tengkorak itu berupa pembatasan jam operasional truk bermuatan berat. Keberadaannya diakui Saepudin sudah sering dikeluhkan oleh warga sekitar dan pengguna jalan lainnya.

Selain menolak jam operasional truk pada jam sibuk seperti pagi dan siang hari, warga juga mengeluhkan truk dengan muatan berlebihan. Kondisi itu dinilai membahayakan truk tersebut dan kendaraan lainnya.

"Menurut aturannya, mobil memang tidak boleh melebihi kapasitasnya. Ini kewenangannya provinsi dan pusat," ujar Saepudin. Meskipun jajaran dinasnya telah melakukan operasi secara berkala, para pengusaha truk diakui tetap membandel.

Keluhan masyarakat memuncak setelah terjadi kecelakaan lalu lintas di jalan Purwakarta-Bandung tersebut pada Sabtu 14 September 2019. Salah satu penyebab tabrakan diduga akibat kondisi truk yang tidak layak beroperasi.

Berdasarkan pemeriksaan polisi, truk bak itu diduga mengalami disfungsi rem saat melewati jalan yang menurun cukup terjal di sana. "Truk B 9699 ZB yang dikemudikan N dari arah Bandung ke Purwakarta mengalami rem blong," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polisi Resor Purwakarta Ajun Komisaris Ricky Adipratama.

Truk tersebut kemudian menabrak bagian belakang truk colt diesel yang melaju dari arah yang sama. Truk tersebut ternyata hilang kendali ke kanan jalan hingga bertabrakan dengan kendaraan penumpang pribadi bernomor polisi B 1189 KFX yang datang dari arah berlawanan.

"Akibatnya, lima penumpang kendaraan pribadi dan sopir truk yang menabrak pertama mengalami luka-luka," kata Ricky. Dari tujuh korban luka yang dibawa ke rumah sakit, tiga di antaranya mengalami luka parah.

Sebelumnya, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika sempat meminta Dishub Purwakarta mengumpulkan para pengelola truk yang beroperasi di jalur tersebut. Ia meminta mereka membahas penerapan jam operasional truk agar tidak menggangu aktivitas warga.

"Karena medan jalan arteri dari Ciganea-Sukatani-Cianting itu juga medannya berat. Di situ tempat keluar masuk truk," kata Anne seusai menjenguk para korban kecelakaan di rumah sakit. Namun, kewenangan pemerintah daerahnya diakui terbatas karena jalan tersebut milik pemerintah provinsi.

Minimal, pemerintah daerah bisa memasang penerangan jalan umum di lokasi-lokasi yang rawan kecelakaan seperti di Desa Cijantung. Namun, Kepala Bidang Pertamanan dan PJU Dinas Tata Ruang dan Pemukiman, Kosasih mengatakan pihaknya tidak memiliki payung hukum untuk itu.

"PJU itu kebutuhan yang cukup mendesak. Sedangkan, kita tidak punya kewenangan memasang PJU di jalan nasional maupun provinsi. Termasuk melakukan perawatan atasnya," kata Kosasih.***

Bagikan: