Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Sedikit awan, 20.4 ° C

Ustaz dan Pengurus Masjid Kecewa, Pengeras Suara Terdengar Kecil

Tim Pikiran Rakyat
KH.JUJUN Junaedi saat memberikan tausyiah pada momen tablig akbar tahun baru Islam 1441 H tingkat Kota Banjar di alun-alun Banjar, Selasa 17 September 2019.*/DEDE IWAN/KABAR PRIANGAN
KH.JUJUN Junaedi saat memberikan tausyiah pada momen tablig akbar tahun baru Islam 1441 H tingkat Kota Banjar di alun-alun Banjar, Selasa 17 September 2019.*/DEDE IWAN/KABAR PRIANGAN

BANJAR,(PR).-  Penceramah, K.H.Jujun Junaedi yang biasa tampil di televisi nasional berhasil menjadi "magnet" ribuan umat Islam Kota Banjar dan sekitarnya di alun-alun Banjar, Selasa 17 September 2019.

Wali Kota Banjar, Hj.Ade Uu Sukaesih berharap semangat tahun baru 1441 H, menjadi ajang hijrah untuk meningkatkan kepedulian sosial, Banjar semakin berseri dan Jabar juara lahir batin. 

"Saatnya hijrah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, keislaman kita. Semoga rahmatan lil alamiin. Bersamaan ini, kami sambut kedatangan jemaah haji Kota Banjar 2019. Semoga jadi haji mabrur, mabruroh," ujar Hj.Ade.  

Di antara tausyiahnya, K.H.Jujun Junaedi, menyatakan, menjalani kehidupan harus ibarat mengemudikan kendaraan. "Saat jalan pandangan harus jauh kedepan. Kalau melihat spion itu cukup sebentar saja. Karena, jika terlalu lama lihat spion itu berbahaya saat perjalanan," ujar Jujun.  

Kehadiran penceramah kondang, K.H.Jujun yang mengisi tausyiah pada momen tablig akbar tahun baru Islam 1441 H Tingkat Kota Banjar, disambut antusias hadirin.  

Di pihak lain, ada juga hadirin yang mengkritik. Seperti pengeras suara (sound system) yang terdenger "tenge", suara kecil dan tak jelas jauh serta kondisi panggung utama yang tak biasanya.

Protes

Sejumlah hadirin memprotes kondisi sound dengan suara yang tenge dan panggung utama kecil. Kenyataan yang dialami tahun 1441 H/2019 ini tidak seperti saat peringatan Hari Besar Islam biasanya.

"Sangat disesalkan dan ironis. Momen tingkat Kota dengan dai kondang. Sementara, fasilitas pelengkap sarana prasarananya ibarat pengajian tingkat RW saja," ujar ustaz Aep.

Pengurus Masjid Agung Kota Banjar, K.H. Mahmud Sidik, mengakui, tablig akbar tingkat Kota Banjar tidak ada koordinasi dengan pengurus Masjid Agung Banjar.

"Jika saja ada koordinasi, mungkin sound yang tenge bersuara kecil  itu, bisa diubah dan disambungkan ke speaker yang ada di Masjid Agung," ujar K.H. Mahmud Sidik kepada wartawan Kabar Priangan Dede Iwan. 

Seorang hadirin lainnya, Herman, menyebutkan panggung utama tempat penceramah dan pejabat Forkopinda dimajukan. Akibatnya, hadirin merasa sumpek. Sementara, area di belakang panggung tetap masih luas yang kosongnya.***

Bagikan: