Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Umumnya cerah, 32 ° C

Sengsara di Kali Bahagia

Tommi Andryandy
SATU unit alat berat membersihkan sampah plastik yang menutupi Kali Bahagia atau Kali Busa, di Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten, Bekasi, Agustus 2019 lalu.*/ANTARA
SATU unit alat berat membersihkan sampah plastik yang menutupi Kali Bahagia atau Kali Busa, di Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten, Bekasi, Agustus 2019 lalu.*/ANTARA

IBU Negara Iriana menyaksikan langsung bagaimana kondisi Kali Bahagia di Kelurahan Bahagia Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi yang belum sepenuhnya bersih. Air yang berwarna gelap serta bau yang masih menyengat, membuat dirinya tidak bahagia.

“(Harusnya) ditampung atau diambil lalu masukkan ke tempat sampah. Enggak ditumpuk apalagi dibuang ke sembarangan. Jadinya kan namanya sudah bagus Kali Bahagia, tapi kita melihatnya begitu jadi tidak bahagia,” kata Iriana saat meresmikan Gerakan Indonesia Bersih di Babelan, Senin, 16 September 2019.

Dipilihnya Kali Bahagia sebagai lokasi peresmian karena titik tersebut sempat viral setelah puluhan ton sampah menutupi aliran sungai. Meski sempat dibersihkan, hingga tidak ada lagi sampah di badan sungai, namun kondisinya jauh dari kata bersih.

Berdasarkan pantauan di lokasi, tidak terlihat ada sampah pada badan sungai yang masih bagian dari Sungai Cileungsi ini. Setelah sempat viral pada akhir Juli lalu, sampah kemudian diangkut hingga tidak lagi menyumbat aliran air.

Meski demikian, sampah masih terlihat menyangkut di bantaran sungai di sisi kanan dan kiri. Sedangkan kondisi air masih berwarna hitam serta bau tak sedap masih dapat tercium. Kondisi ini diakui Iriana, “ternyata masih kotor sekali”.

Iriana mengatakan, sebenarnya solusi untuk mencegah banyaknya sampah yang dibuang sembarangan, bahkan hingga mencemari sungai, begitu sederhana. Solusinya cukup dengan memungut sampah lalu simpan ke tempat yang seharusnya.

“Kalau ada sesuatu yang ada di kali, terutama yang plastik kita bisa mengambilnya, dengan sederhana sekali. Jadi jangan sungkan mengambil apapun di jalan,” kata dia.

Kendati begitu, solusi sederhana ini perlu lahir dari komitmen bersama, baik pemerintah maupun warganya. Dengan demikian, baik kampung, jalan hingga sungai menjadi bersih dengan sendirinya. Tidak ada lagi kabar sungai tertutup sampah.

“Mulai sekarang kita beri kesadaran kepada semuanya terutama pada posyandu dan tokoh masyarakat, sesederhana itu saja. Agar nantinya dapat ditiru juga oleh warga lainnya,” ucap dia.

Dalam kesempatan tersebut, Iriana menyosialisasikan cara meminimalisasi sampah kepada 1.000 pelajar SMA yang hadir. Iriana mengatakan, produksi sampah dapat ditekan secara signifikan bila dipilah terlebih dulu sebelum disimpan ke tempat sampah.

Menggunaan kembali sampah yang masih dapat difungsikan (reuse), mengurangi segala sesuai seperti kemasan plastik yang mengakibatkan sampah (reduce) dan mengolah atau mendaur ulang sampah untuk dijadikan barang atau produk baru yang bermanfaat (recycle).

“Jadi tidak ada sampah lagi seperti di sungai yang di Babelan ini. Pokoknya nanti kalau bertemu lagi Sungai Babelan harus sudah bersih, harus bahagia,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Dody Agus Suprianto mengatakan, proses pembersihan Kali Bahagia masih berlangsung. Hampir setiap hari, belasan truk disiapkan untuk mengangkut sampah di Kali Bahagia dan sejumlah titik di sekitarnya.

“Saat ini masih berlangsung, masih dibersihkan terus. Hari tadi (kemarin) ada 15 truk yang ngangkut sampah dari situ. Ini terus dilakukan dari semenjak lokasi ini ditemukan penuh sampah,” ucap dia.

Lebih dari itu, lanjut dia, sampah pembersihan dilakukan di bantaran sungai yang juga turut dipenuhi sampah. Hanya saja, pembersihan tidak dilakukan setiap hari lantaran keterbatasan petugas dan armada.

“Karena kan kalau semuanya difokuskan di Babelan, nanti daerah lain tidak terlayani. Sampah tidak diangkut seluruhnya, bisa jadi masalah. Makanya diatur bagaimana Babelan dibersihkan, daerah lain juga terlayani. Kami terus bekerja keras soal sampah ini,” ujar dia.***

Bagikan: