Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Sedikit awan, 20.4 ° C

Kepemimpinan Ridwan Kamil Masih Lemah Dalam Urusan Kesejahteraan

Tim Pikiran Rakyat
DIREKTUR Eksekutif Indonesia Strategic Institut (Instrat), Jalu Priambodo.*/ANTHIKA ASMARA/GALAMEDIA
DIREKTUR Eksekutif Indonesia Strategic Institut (Instrat), Jalu Priambodo.*/ANTHIKA ASMARA/GALAMEDIA

BANDUNG, (PR).- Kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil Selama satu tahun mencapai 56%. Sedangkan masyarakat yang tidak puas sebanyak 44%. Kedanti demikian ada sejumlah masalah yang harus menjadi perhatian pemerintah. 

Dari hasil survei yang dirilis oleh Indonesia Strategic Institut (Instrat), sejumlah masalah yang harus menjadi perhatian adalah urusan kesejahteraan. Pasalnya dari hasil survei yang dilakukan pihaknya di bulan Agustus menujukan, bahwa ada urusan yang paling tidak puas dari persepsi masyarakat yaitu kesejahteraan hanya mencapai 19%, lapangan pekerjaan 16% dan harga bahan pokok 9%. 

"Ketiga masalah itu belum terasa oleh masyarakat sehingga masyarakat tidak puasa atas pemerintah terkait penanganan, kesejahteraan, lapangan pokok dan harga sembako," kata Direktur Eksekutif Instrat Jalu Priambodo, saat ditemui di dalam acara diskusi Publik, di salah satu kafe di Jalan Terusan Cigadung, Kota Bandung, Selasa 17 September 2019. 

Sedangkan masyarakat merasa puas atas pelayanan pemerintah atas urusan kerukunan yang mencapai 66% kemudian disusul dengan bencana alam 61% dan ke bebasan sebanyak 61%. 

Kebahagiaan meningkat

Dari sisi kebahagiaan masyarakat Jawa Barat tahun 2019 meningkatkan meskipun tidak signifikan, tahun 2019 tingakat kebahagiaan masyarakat sebesar 90% sedangkan tahun 2017 89%. "Sedangkan  tingkat kebanggaan masyarakat menjadi warga Jawa Barat menurun, tahun 2017 tingkat kebanggaan masyarakat mencapai 93% dan tahun 2019 91%," ujar Jalu. 

Kemudian untuk mendukung kesejahteraan masyarakat, Jalu menjelaskan, tiga program yang paling dirasakan masyarakat adalah Desa Digital, Jabar Quick Respons (JQR), dan Kredit Mesra. Ketiga program ini bisa mengcover tiga permasalahan yang paling dikeluhkan oleh masyarakat, yaitu kesejahteraan, lapangan kerja dan harga sembako.

"Kan mayoritas di Jabar adalah desa, dan yang dirasakan manfaatnya karena fokus membenahi desa. Kedua adalah JQR ini terkait dengan kebencanaan dan aspirasi publik. Akan tetapi JQR ini perlu dibuat lebih membumi dari sisi bahasa agar mudah dimengerti. Ketiga adalah Kredit Mesra di Kota Bandung yang bisa ditarik ke Jabar. Karena banyak orang membutuhkan modal usaha dengan problem lapangan pekerjaan," ucap dia kepada wartawan Galamedia, Anthika Asmara.

Ketiga program inilah yang harus difokuskan oleh Gubernur Ridwan Kamil dan Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum. Kalaupun banyak program yang sudah diluncurkan itu akan menjadi bias jika tidak difokuskan.

"Kan program yang sudah dilaunching itu terlalu banyak. Maka lebih baik difokuskan pada tiga program tadi, karena itu bisa mengcover permasalahan masyarakat Jabar," tambahnya.

GUBERNUR Jawa Barat.*/DOK. HUMAS PEMPROV JABAR

Lapangan kerja

Kemudian selain itu berkaitan dengan Kesejahteraan, menurut Jalu, dari program yang dianggap unggulan tidak ada turunan ke bawah yang memang menunjukkan, bahwa ada program yang langsung berkaitan dengan masalah kesejahteraan. 

"Bukan hanya urusan kesejahteraan, tapi tidak ada turunan yang menjawab apakah program ini bisa mengcover masalah lapangan kerja ataupun harga sembako," jelasnya.

Selain itu terkait kondisi ekonomi saat ini 41% mengatakan bahwa setuju kondisi ekonomi saat ini sedang menurun, dan sebanyak 72% mengatakan bahwa setuju kondisi ekonomi saat ini sedang membaik. 

Diketahui survei ini dilakukan terhadap 405 responden di 27 kota kabupaten di Jawa Barat, terpilih secara acak menggunakan multi stage random ini mencoba menjawabnya.***
 

Bagikan: