Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Umumnya berawan, 24.9 ° C

Purwakarta Jadi Perlintasan Pencuri Profesional

Hilmi Abdul Halim
KEPALA Polres Purwakarta, Ajun Komisaris Besar Matrius, menunjukkan barang bukti dan pelaku pencurian kendaraan dan rumah kosong, Senin, 16 September 2019.*/HILMI ABDUL HALIM/PR
KEPALA Polres Purwakarta, Ajun Komisaris Besar Matrius, menunjukkan barang bukti dan pelaku pencurian kendaraan dan rumah kosong, Senin, 16 September 2019.*/HILMI ABDUL HALIM/PR

PURWAKARTA, (PR).- Pencurian kendaraan bermotor dan rumah kosong masih marak di Kabupaten Purwakarta. Kepolisian resor setempat menangkap belasan pelaku, termasuk di antaranya pencuri profesional yang telah beraksi hingga lebih dari 60 kali.

Kepala Polres Purwakarta, Ajun Komisaris Besar Matrius, mengatakan, wilayah Purwakarta hanya sebagai perlintasan para pencuri. Pelaku pencurian itu rata-rata berasal dari luar daerah.

“Ada yang dari luar pulau tapi beraksi di Purwakarta, karena di sini perlintasan Bandung dan Jakarta," katanya, Senin, 16 September 2019.

Salah satu komplotan pencuri sepeda motor yang telah beraksi di berbagai daerah pun akhirnya tertangkap di Purwakarta. Mereka tertangkap saat Operasi Libas Lodaya yang digelar pada pertengahan Agustus 2019 lalu. Dari kelompok yang beranggotakan tiga orang pencuri, petugas mengamankan 16 unit sepeda motor.

"Tempat Kejadian Perkara yang terakhir di Kecamatan Sukatani. Tapi daerah yang banyak terjadi curanmor di kota (Kecamatan Purwakarta)," ujar Matrius.

Salah seorang di antara pelaku lainnya diakui telah beraksi puluhan kali sebelum akhirnya tertangkap. Kelompok beranggotakan dua orang itu bahkan harus dilumpuhkan petugas karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap.

Para pelaku, kata Matrius, biasanya beraksi dengan modus membobol lubang kunci sepeda motor menggunakan kunci T. Mereka biasanya mengambil sepeda motor yang terparkir di luar atau halaman rumah yang tidak diawasi pemiliknya.

PARA pelaku pencurian kndaraan bermotor dan pelaku pencurian dengan pemberatan di Kabupaten Purwakarta yang berhasil diringkus Polres Purwakarta dan ditunjukkan pada Senin, 16 September 2019.*/HILMI ABDUL HALIM/PR

Pelaku kejahatan di Purwakarta biasa menjual hasil curian di luar daerah seperti Bandung

Sementara itu, polisi juga menangkap delapan orang pelaku pencurian dengan pemberatan yang beraksi di rumah kosong. Mereka juga biasa menyasar rumah yang ditinggal sementara atau pada saat penghuninya tertidur.

"Kita menyita 23 barang bukti. Salah satunya adalah kendaraan roda empat," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Purwakarta, Ajun Komisaris Handreas Ardian, pada saat konferensi pers di markasnya.

Ia mengungkapkan, kedelapan pencuri termasuk dalam satu komplotan. Mereka akan melakukan pengintaian secara intensif di lokasi yang menjadi sasarannya selama beberapa hari sebelum melaksanakan pencurian.

Dari puluhan aksinya, mereka telah mencuri berbagai barang yang ditemukan. Mulai dari barang-barang elektronik, alat musik, mesin, aksesoris telepon seluler, hingga berbagai macam pakaian. Para pelaku biasanya menjual hasil kejahatannya ke luar daerah seperti Bandung.

"Barang-barang tersebut akan dijual ke pasar elektronik (bekas), pasar loak dan beberapa pengepul maupun rental atau gadai kendaraan," tutur Handreas.

Para pelaku curanmor diancam hukum masing-masing tujuh tahun penjara. Mereka dijerat dengan pasal 363 Kitab Undangan-undangan Hukum Pidana tentang pencurian.***

Bagikan: