Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Cerah berawan, 20 ° C

Pemkab Kuningan Gelar Resepsi Pernikahan 90 Pasang Pengantin 

Nuryaman
PASANGAN pengantin lawas yang baru melegalisasi formal atas pernikahannya melalui sidang isbat nikah menerima kado.*/NURYAMAN/PR
PASANGAN pengantin lawas yang baru melegalisasi formal atas pernikahannya melalui sidang isbat nikah menerima kado.*/NURYAMAN/PR

KUNINGAN, (PR).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan mengundang dan menggelar resepsi pernikahan terhadap 90 pasang pengantin lawas yang baru melegalisasi formal atas pernikahannya melalui sidang isbat nikah, hasil kegiatan bakti sosial Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial Kabupaten Kuningan tahun 2019. Prosesi acara tersebut digelar di Pendopo Bupati Kuningan, Senin 16 September 2019.

Acara inti respesi pernikahan 90 pasang pengantin isbat nikah itu,  berupa penyerahan buku nikah  dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten (Kemenag) Kuningan serta dokumen kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kuningan kepada 90 pasangan pengantin tersebut. Sebagai bentuk resepsinya, sebelum mengikuti acara formalnya itu, 90 pasang pengantin itu tiga pasang di antaranya mengenakan gaun pengantin beriringan menuju gedung pendopo bupati dikawal longser serta disambut tabuhan genjring dari depan gedung PKK di lingkungan kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Kuingan sejau lenih kurang 75 meter.

Di tengah perjalanan iring-iringan rombongan itu disambut dan disertai melanjutkan perjalanan ke Pendopo Bupati Kuningan oleh Bupati Kuningan Acep Purnama, Wakil Bupati Muhamad Ridho Suganda, Sekda Kuningan Dian Rachmat Yanuar, serta sejumlah pejabat lainnya. Rangkaian acara itu juga dihadiri Kapala Kantor Kemenag Kuningan Hanip Hanafi, Kepala Disdukcapil Kabupaten Kuingan KMS., Zulkifli, perwakilan dari Pengadilan Tinggi Agama Jawa Barat, Pengadilan Agama Kuningan, serta keluarga 90 pasang pengantin isbat nikah tersebut.

Dapat kado

Selain menerima buku nikah dan dokumen kependudukan berisi antara lain akta lahir, kartu keluarga, dan kartu identitas anak, 90 pasang pengantin isbat nikah itu juga mendapatkan kado berupa seperangkat alat salat dan paket bahan makanan pokok.

Sementara itu, sebagaimana diketahui isbat nikah adalah pengesahan pernikahan yang memiliki kekuatan hukum melaui sidang  pengadilan. Sidang isbat itu biasa diadakan bagi pasangan suami istri yang pernikahannya belum dicatat negara, kehilangan buku nikah, atau menikah sebelum tahun 1974.

Ketua LKKS Kabupaten Kuningan Hj. Ika Acep Purnama, dalam acara tersebut mengungkapkan, 90 pasang pengantin isbat nikah itu merupakan pasangan suami istri yang telah mengikuti sidang isbat nikah dan pernikahannya telah disahkan serta dilegalisasi melalui sidang isbat nikah di Pengadilan Agama Kabupaten Kuningan tanggal 30 Agustus 2019. Untuk melegalisasi pernikahan 90 pasang suami istri melalui sidangisbat nikah itu, tuturnya, sangat melelahkan, Menguras waku, tenaga dan pikiran. 

“Untuk sosialisasi penjaringan pesertanya saja dilakukan sejak awal tahun dengan melibatkan para kepala seksi kesejahteraan rakyat kecamatan, sosialisasi dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta Kemenag Kuningan,” katanya.

Ika lebih lanjut menyebutkan, isbat nikah melalui kegiatan bakti sosial LKKS Kabupaten Kuningan itu dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan ketaatan hukum dalam mewujudkan keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah, sesuai dengan visi Kuingan Maju. Yitu  mewujudkan masyarakat yang makmur, agamis, dan pinunjul berbasis desa tahun 2023.

Ika menambahkan,  pernikahan perlu dilakukan pencatatan bertujuan untuk mewujudkan ketertiban perkawinan dalam masyarakat agar martabat dan kesucian suatu perkawinan terlindungi. “Melalui pencatatan perwakinan dibuktikan dengan akta nikah, apabila terjadi suatu perselisihan di antara pasangan atau salah satu tidak bertanggung  jawab maka yang lainnya dapat melakukan upaya hukum guna mempertahankan atau memperoleh hak masing-masing,” ujarnya.***
 

Bagikan: