Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Umumnya cerah, 32.8 ° C

Masih Banyak Pelanggaran di Kawasan Tertib Lalu Lintas

Hilmi Abdul Halim
KEPOLISIAN Daerah Jawa Barat bersama para pemangku kebijakan di Kabupaten Purwakarta mengecek kelengkapan kawasan tertib lalu lintas di Jalan Sudirman, Senin, 16 September 2019 pagi.*/HILMI ABDUL HALIM/PR
KEPOLISIAN Daerah Jawa Barat bersama para pemangku kebijakan di Kabupaten Purwakarta mengecek kelengkapan kawasan tertib lalu lintas di Jalan Sudirman, Senin, 16 September 2019 pagi.*/HILMI ABDUL HALIM/PR

PURWAKARTA, (PR).- Kepolisian Daerah Jawa Barat mengevaluasi 22 kawasan tertib lalu lintas di seluruh daerah. Polisi masih banyak menemukan sejumlah pelanggaran yang dilakukan pengguna jalan di KTL, salah satunya tidak memakai helm dan parkir sembarangan.

Pengecekan lokasi dilakukan langsung oleh Kepala Seksi Manajemen Operasi Rekayasa Subdirektorat Keamanan Keselamatan Lalulintas Polda Jabar Komisaris Eka Permatasari. "Sudah berjalan optimal (fasilitasnya) sejak 2011," katanya di Purwakarta, Senin, 16 September 2019.

Menurut hasil pantauannya, banyak rambu-rambu dan prasarana jalan KTL yang perlu diperbaharui karena rusak atau tak terbaca. Karena itu, Eka meminta pemerintah daerah dan kepolisian resor setempat untuk memperbaikinya.

Kelengkapan fasilitas tersebut diakui tidak menjamin pelanggaran lalu lintas berkurang di KTL. "Keselamatan lalu lintas tergantung semua komponen masyarakat bukan hanya lima pilar, bukan hanya kepolisian tapi semua masyarakat," kata Eka.

Pengecekan yang dilakukan Polda Jabar diakui tidak hanya untuk melengkapi fasilitas di KTL tapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat menaati aturan berlalu lintas. Eka mengharapkan KTL menjadi proyek percontohan bagi seluruh wilayah di luar KTL dalam berlalu lintas yang baik.

Di Kabupaten Purwakarta, KTL berada di Jalan Sudirman atau Jalan Tengah sepanjang kurang lebih dua kilometer. Menurut pemantauan petugas kepolisian, pelanggaran yang paling banyak dilakukan pengguna jalan ialah tidak memakai helm dan parkir sembarangan.

"Kalau di Purwakarta rata-rata (tidak menggunakan) helm. Makanya kita terus lakukan upaya preemtif, kita lakukan edukasi pada masyarakat," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Purwakarta Ajun Komisaris Ricky Adipratama. Sosialisasi pentingnya menggunakan helm diklaim sudah maksimal.

Meskipun demikian, masih banyak pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm di KTL. Untuk itu, petugas melakukan penindakan berupa tilang kepada para pelanggar tersebut.

"Semuanya tergantung kesadaran masyarakat itu sendiri. Kalau kita jadikan helm sebagai suatu kebutuhan dalam berkendara, pasti tidak akan berat untuk menggunakannya," tutur Ricky. Seusai pengecekan KTL yang dilakukan Polda, seluruh pemangku kebijakan berjanji untuk memperbaiki kekurangannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Purwakarta Saepudin mengakui masih banyak pengendara yang parkir sembarangan. Kondisi itu disebabkan oleh keterbatasan lahan parkir termasuk di KTL.

"Kantong parkir selama ini di badan jalan yang sudah ada marka jalan (garis pembatas tempat parkir). Kalau yang tidak ada (marka) tidak boleh parkir," kata Saepudin. Badan jalan tidak diperbolehkan untuk parkir hanya saat ada acara nasional.

Selama ini, ketersediaan lahan parkir masih minim sehingga pemerintah daerahnya juga kesulitan menertibkan kendaraan yang parkir sembarangan. Ke depan, Saepudin berupaya melibatkan pihak swasta untuk menyediakan lahan parkir khusus di sepanjang Jalan Tengah.***

Bagikan: