Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Umumnya cerah, 32.8 ° C

 Warga Jampang Tengah Konsumsi Air Keruh

Ahmad Rayadie
PETUGAS  Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri, Kabupaten Sukabumi, Minggu 15 September 2019, tengah mendistribusikan air keoada warga Cibadak yang terpapar bencana kekeringan. "/AHMAD RAYADIE/PR
PETUGAS Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri, Kabupaten Sukabumi, Minggu 15 September 2019, tengah mendistribusikan air keoada warga Cibadak yang terpapar bencana kekeringan. "/AHMAD RAYADIE/PR

PALABUHANRATU, (PR).- Ratusan warga di lima dusun di Desa Padabenghar, Kecamatan Jampang Tengah, Minggu 15 September 2019 harus mengonsumsi air tidak layak minum. Mereka memanfaatkan air sumur yang berada cukup jauh dari permukiman warga.

Air yang ditampung di sumur  berasal dari celah-celah batu, terlihat keruh. Selain itu, debit airnya pun terus berkurang. Bahkan untuk mendapatkan seember air, warga harus berjalan cukup jauh.

"Kami harus mendapatkan air sumur itu, mengantre dari pagi hingga petang hari. Keberadaan sumur berair yang masih tersisa berada cukup jauh dari rumah" kata warga Padabenghar, Bakar.

Bakar mengatakan, kesulitan warga mendapatkan air bersih telah berlangsung empat bulan terakhir. Mereka memperkirakan bila hujan dalam beberapa pekan ke depan tidak kunjung datang, air yang masih tersisa akan habis. Diperkirakan rawan air bersih akan terus meluas, hingga di beberapa desa lainnya.

 "Sekarang ini saja, air hanya keluar sedikit. Hanya beberapa ember saja. Sementara warga membutuhkan air sangat banyak. Mata air di sumur merupakan harapan terakhir warga di sini," katanya.

Salah seorang warga lainnya, Ai Suari mengatakan, untuk memperoleh  air harus menunggu dua puluh hingga tiga puluh menit.  Kendati air yang tertampung dalam sumur sedalam 30 meter keruh, tapi warga tidak memiliki pilihan lain.

“Kami terpaksa memafaatkan itu, tidak hanya untuk membersihkan makanan dan peralatan rumah tangga. Tapi untuk diminum, kendati airnya keruh," katanya.

Membeli

Sementara, Ujang mengatakan warga terpaksa membeli air bersih dari penyuplai.  Warga secara urunan membeli air per tangki maupun per drum. Air bersih tersebut digunakan mandi dan masak.

“Mobil baknya angkut drum isinya air, itu operasinya hanya di musim kemarau. Saya tiap minggu belinya, kadang per tangki, kadang per drum ditampung di halaman rumah, kadang di teras, “katanya.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri (AM TJM) Kabupaten Sukabumi, Muhamad Kamaludin Zen mengatakan, pihaknya terus menerus mendistribusikan air bersih kepada warga yang terpapar bencana kekeringan. Pemberian air bersih secara gratis tidak hanya kepada para pelanggan, tapi diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan, terutama di pemukiman warga di Kecamatan Cibadak, Cicurug, Nagrak, Parung, dan Kecamatan Palabuhanratu.

"Begitupun pasokan air bersih sudah disitribusikan kepada seluruh kecamatan yang dinilai rawan air bersih," katanya.

Kamaludin Zen mengatakan, penyebab gangguan distribusi akibat debit air dari sejumlah sumber mengalami penyusutan hingga mencapai  50 persen. Begitupun pengolahan dari air sungai yang ditampung embung-embung  mengalami kondisi  serupa.

" Penyusutan tidak hanya pada sumber mata air. Tapi olahan embung sungai mengalami kondisi serupa. Kemarau kali ini, berdampak luar biasa sehingga pasokan air bersih kepada pelanggan terus berkurang," katanya.

Menurut Kamaludin Zen, ia mengantisipasi kesulitan pelanggan untuk mendapatkan air bersih dengan melakukan sistem giliran.

" Termasuk mendustribusikan air bersih melalui tangki-tangki yang disiapkan. Air bersih tersebut, tidak hanya bagi pelanggan,  tapi diberikan secara gratis kepada warga," katanya. ***

Bagikan: