Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 20.4 ° C

Pengunjung Wisata Pangandaran Terjebak Macet Berjam-Jam

Agus Kusnadi
TAMPAK hingga malam hari kemacetan kendaraan masih tetap mengular akibat diberlakukannya sistem buka tutup di jembatan Cikidang Pangandaran, Minggu, 15 September 2019.*/AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN
TAMPAK hingga malam hari kemacetan kendaraan masih tetap mengular akibat diberlakukannya sistem buka tutup di jembatan Cikidang Pangandaran, Minggu, 15 September 2019.*/AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN

PANGANDARAN,(PR).- Kemacetan di jembatan Cikidang Pangandaran terjadi sejak siang hingga malam hari. Antrean kendaraan yang mayoritas merupakan kendaraan pengunjung wisata tersebut mulai dari pintu keluar obyek wisata pantai Pangandaran hingga ke lokasi jembatan Cikidang yang tengah dibangun.

Andri (35) salah satu pengemudi kendaraan roda empat megnatakan, dirinya mengaku terjebak macet selama dua jam.

"Mulai dari keluar pintu gerbang obyek wisata sampai ke bunderan tugu saja sudah macet," ujar Andri, Minggu, 15 September 2019.

Andri juga mengatakan, dirinya datang ke Pangandaran untuk berwisata bersama keluarganya sejak Sabtu kemarin.

"Waktu kami datang saja ke Pangandaran juga kami terkena macet yang panjang. Selepas dari jembatan hingga obyek wisata baru nggak macet," ucap Andri yang mengaku dongkol dengan ketidaknyamanan akibat kemacetan yang panjang itu.

"Aturan kalau mau bangun jembatan itu dipasang dua jembatan darurat supaya nggak macet," ucapnya.

Pantauan di lapangan, kemacetan juga terjadi di dua arah, mulai dari Desa Babakan hingga ke jembatan pun terjadi kemacetan panjang. Tampak petugas polisi dan Perhubungan sibuk mengatur arus lalu lintas dengan sistem buka tutup.

Kanit Lantas Polsek Pangandaran Inspektur Satu Polisi Dahlan mengatakan, biasanya kemacetan kendaraan di lokasi jembatan Cikidang terjadi pada pagi dan sore hari pada saat jam-jam kerja.

"Kalau hari Sabtu dan Minggu biasanya macet sama kendaraan pengunjung wisata. Apalagi pada hari Minggu saat mereka hendak pulang lagi ke kampung halamannnya, pengunjung bersamaan waktu keluarnya dari obyek wisata maka terjadilah kemacetan," ujar Dahlan sambil berusaha mengurai kemacetan kendaraan.

Dua jembatan

Sebelumnya, menurut pengawas lapangan pembangunan jembatan, Joni Simatupang mengatakan, sesuai permintaan Bupati Pangandaran (Jeje Wiradinata) pihaknya akan memasang dua jembatan bailey saat hendak membongkar dan membangun jembatan Cikidang yang akan diganti. "Supaya tidak macet lagi," kata dia.

Menurut Joni, dalam pemasangan jembatan bailey di jembatan Cikidang tidak bisa dipasang di sebelah kiri dan kanan jembatan utama, karena terdapat bangunan showroom dan kios makanan sehingga harus mengeluarkan anggaran untuk ganti rugi sebesar 2 miliar selama jembatan di bangun. 

"Untuk bangun dua jembatan aja 8 miliar, kalau dipotong untuk ganti rugi ya mana cukup untuk bangun jembatan," ujar Joni. 

Maka untuk mengantisipasi kemacetan kata Joni, pihaknya memilih dengan cara memasang dua jembatan belly diatas jembatan utama yang akan di bongkar.

Untuk teknik pemasangan jembatan belly, menurut Joni, jembatan belly akan di pasang satu terlebih dahulu sambil membuka perekat jembatan utama. 

"Ya paling sekitar 10 hari lah kita buka tutup dulu. Nanti kita pasang jembatan belly satu lagi jadi dua., jadi kita bekerja bangun jembatan utama di bawah dua jembatan bailey, supaya gngak ganggu arus lalu lintas," ujarnya.

Namun kenyataannya hingga saat ini di lokasi pembangunan jembatan Cikidang masih terpasang satu jembatan bailey saja, bahkan menurut informasi, jembatan bailey yang sekarang terpasang akan digeser ke sebelahnya untuk melanjutkan pekerjaan.***

Bagikan: