Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Langit umumnya cerah, 20.4 ° C

Monumen BJ Habibie-Ainun Akan Dibangun di Tajug Gede Cilodong Purwakarta

Hilmi Abdul Halim
BUS terparkir di Tajug Gede Cilodong, Purwakarta beberapa waktu lalu/HILMI ABDUL HALIM/PR
BUS terparkir di Tajug Gede Cilodong, Purwakarta beberapa waktu lalu/HILMI ABDUL HALIM/PR

PURWAKARTA, (PR).- Sejumlah elemen masyarakat menggelar tahlilan atas meninggalnya BJ Habibie di Tajug Gede Cilodong Kabupaten Purwakarta. Dewan Kemakmuran Mesjid (DKM) setempat juga berencana membangun monumen untuk mengenang jasa BJ Habibie.

"Kisah cinta BJ Habibie dan Ainun menginspirasi pembangunan Taman Welas Asih di lingkungan Tajug Gede Cilodong ini. Makanya, nanti akan dibangun monumenya di sini," kata Ketua DKM Tajug Gede Cilodong Dedi Mulyadi seusai tahlilan, Jumat 13 September 2019 malam.

Selain monumen berbentuk badan BJ Habibie dan istrinya, DKM Tajug Gede akan membangun taman baca. Keberadaan perpustakaan diharapkan memotivasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan alam dan teknologi seperti yang dilakukan BJ Habibie.

"Beliau banyak memberikan jasa dan inspirasi bagi masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat Purwakarta," kata Dedi.

BJ Habibie di Jakarta, 17 Oktober 1997.*/ANTARA

Ia bercerita, sekilas, perjalanan hidup BJ Habibie sarat inspirasi mulai dari kariernya sebagai ilmuwan hingga kebijakannya saat menjabat sebagai presiden.

Menurun dia, BJ Habibie merupakan sosok presiden yang paling berjasa mengembalikan kondisi keamanan dan perekonomian Indonesia setelah Orde Baru. Dedi mengagumi upayanya yang mampu mengembalikan nilai tukar rupiah terhadap dolar secara signifikan saat itu.

"Saya tidak berhenti menangis kalau ingat jasa-jasa beliau. Sangat menginspirasi," katanya.

Karena itu, Dedi meminta masyarakat ikut mendoakan BJ Habibie untuk menghargai kontribusinya yang besar bagi bangsa dan negara.

BJ Habibie dan sate maranggi

Bagi Purwakarta, Dedi menilai BJ Habibie telah ikut mempromosikan potensi pariwisata setempat. Salah satunya ialah sate maranggi khas Purwakarta yang menjadi kegemaran BJ Habibie selama ini.

Dedi mengatakan, BJ Habibie kerap datang ke Purwakarta khusus untuk menyantap sate maranggi. "Awalnya saya kenalkan dengan sate maranggi, ternyata beliau suka dan sering datang ke Purwakarta untuk merayakan hari ulang tahunnya dengan makan sate maranggi," ujarnya.

Rencananya, tahlilan dan doa bersama untuk BJ Habibie akan digelar di Tajug Gede Cilodong selama tujuh hari berturut-turut. Kegiatan serupa juga akan dilakukan kembali 40 hari setelah hari kematiannya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Purwakarta mengintruksikan seluruh organisasi perangkat daerah untuk mengibarkan bendera merah putih setengah tiang. Hal itu dilakukan sebagai bentuk bela sungkawa dan penghormatan kepada Habibie.

"Perjalanan hidupnya bisa menjadi contoh. Tentunya kita sebagai anak bangsa sangat kehilangan sosok beliau," kata Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika dalam kesempatan berbeda.***

Bagikan: