Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sedikit awan, 23.3 ° C

Hasil Uji Sampel Air Pastikan Sungai Cikunir Tasikmalaya Tercemar Limbah

Bambang Arifianto
PETUGAS Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tasikmalaya mengambil sampel air Sungai Cikunir di Kampung Asta Lebak, Kelurahan Cibeuti, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Rabu 28 Agustus 2019.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR
PETUGAS Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tasikmalaya mengambil sampel air Sungai Cikunir di Kampung Asta Lebak, Kelurahan Cibeuti, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Rabu 28 Agustus 2019.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

SINGAPARNA, (PR).- Proses pengujian sampel air Sungai Cikunir di wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya yang diduga tercemar limbah akhirnya selesai. Hasil uji menunjukkan kandungan kadmium, PH, COD, dan BOD sungai tersebut di atas ambang baku mutu air.

Pengujian selama lebih dari dua pekan itu dilakukan di Laboratorium Pengujian Kualitas Lingkungan PDAM Kota Bandung.

‎Kepala Bidang Penataan dan Penaatan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tasikmalaya Aneu Susana mengatakan, sampel air yang diuji berasal dari dua titik Sungai Cikunir.

Dua titik itu yakni di bawah Jembatan di Kampung Asta Lebak, Kelurahan Cibeuti, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya dan outfall (titik pembuangan limbah ke sungai) pabrik gula PT Raya Sugarindo Inti  di kawasan Cikadongdong, Kabupaten Tasikmalaya.

"Di bawah jembatan Asta (Kelurahan Cibeuti), kadmium tinggi," kata Aneu, Jumat 13 September 2019.

PEGIAT lingkungan mengambil sampel air untuk diukur derajat keasamannya di area pertemuan Sungai Cikunir dan Sungai Cisaruni di Kampung Bojong, Desa Padasuka, Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu 28 Agustus 2019.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

Dari hasil uji di lokasi tersebut, kandungan kadmiumnya mencapai 0,055 miligram per liter. Padahal, ambang baku mutunya adalah 0,01. Dari beberapa paremeter yang diuji di titik tersebut, hanya kadmium yang merupakan unsur logam melebihi ambang baku mutu air.

Sementara di outfall PT Raya Sugarindo Inti, kandungan COD (kebutuhan oksigen kimia), BOD (kebutuhan oksigen biologi), dan PH (derajat keasaman) melebihi ambang baku mutu.

Di titik itu, kandungan COD mencapai 596,4745 dengan ambang baku mutu air yang masuk kategori normal 100.

Demikian pula dengan BOD dan PH. Hasil uji BOD 114,52 dengan baku mutu 50 dan PH 4,7 baku mutu 6-9.

PEGIAT lingkungan memperlihatkan ikan mati di tepi Sungai Cikunir di Kampung Asta Lebak, Kelurahan Cibeuti, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Rabu 28 Agustus 2019.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

Aneu memastikan, titik Sungai Cikunir di outfall pabrik telah tercemar karena tiga parameter kandungan air yang diuji melebihi ambang baku mutu. Semenatra titik sungai di bawah jembatan masih masuk kategori terindikasi pencemaran lantaran baru satu paremeter yang melebihi ambang baku mutu.

Upaya paksa

Sumber pencemaran juga bisa berasal dari berbagai macam kegiatan seperti limbah industri, sampah, dan zat pestisida yang digunakan petani.

Kepala Seksi Perencanaa dan Kajian Dampak Lingkungan DLH Kabupaten Tasikmalaya Farhan Fuadi mengatakan, institusinya bakal melakukan upaya pemaksaan terhadap PT Raya Sugarindo Inti agar memperbaiki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dimilikinya.

"Hari Senin (pekan depan) kami keluarkan (surat sanksi itu)," ujarnya.

Dari verifikasi DLH, ada persoalan human error dalam pengolahan di IPAL pabrik gula itu yang membuat limbah sempat luber.

Selama perbaikan IPAL, pabrik juga mesti mengurangi kapasitas produksi dan kegiatannya. Jika IPAL telah membaik, sanksi bisa dicabut.‎

Tak hanya itu, Farhan mengatakan, DLH akan mengumpulkan para pelaku usaha/industri yang beraktivitas di dekat Sungai Cikunir pada hari yang sama. Tujuan pengumpulan adalah untuk evaluasi atas kegiatan usaha/industri yang mereka lakukan.

Fakta integritas

Pencemaran Sungai Cikunir menuai kritik pegiat lingkungan dan kelompok mahasiswa dan pemuda di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.

Kerusakan Sungai Cikunir bakal berdampak terhadap pencemaran di Sungai Ciwulan sebagai sungai induknya.

Mereka bahkan sempat menggeruduk Kantor DPRD Kota dan Kabupaten Tasikmalaya awal pekan ini karena resah dan kesal akibat persoalan lingkungan tersebut.

‎ Pegiat juga meminta para perwakilan DPRD dan DLH menandatangani fakta integritas bermaterai sebagai bentuk komitmen mereka menyelamatkan Ciwulan. ‎

"Pemerintah harus bekerja sama dan membuat tim plus armada khusus untuk menanggulangi permasalahan Sungai Ciwulan. Setidaknya tim tersebut harus terdiri atas DLH, PUPR, Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Disperindag, UPTD BKSDA, dan UPTD PSDA Ciwulan-Cilaki," kata perwakilan Forum Tasikmalaya Penyelamatan Sungai Ciwulan Aris Rifqi Mubarak saat membacakan isi fakta integritas di DPRD Kabupaten Tasikmalaya.***

Bagikan: