Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Cerah berawan, 19.8 ° C

Ubah Sampah Jadi Listrik, Pemkot Bekasi Gandeng Tiga Perusahaan

Riesty Yusnilaningsih
FOTO ilustrasi tong sampah.*/ANTARA
FOTO ilustrasi tong sampah.*/ANTARA

BEKASI, (PR).- Pemerintah Kota Bekasi menjalin perjanjian kerja sama dengan tiga perusahaan swasta terkait pengelolaan sampah menjadi energi listrik. Upaya ini dilakukan sebagai percepatan implementasi Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 Tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengelola Sampah menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam di Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota Bekasi, Bilang Nauli Harahap menyebutkan tiga perusahaan swasta tersebut adalah PT Mamminasata Dalle Konstruksi, PT Matahari Hijau Energi, dan PT Bioelektra Power Indonesia. Ketiga perusahaan tersebut akan beroperasi di wilayah Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi. 

“Namun beda lokasi dengan PLTSa yang sudah ada di dalam TPA Sumur Batu saat ini,” kata Bilang, Jumat 13 September 2019.

Menurut Bilang, kerja sama dijalin dengan tiga perusahaan baru dikarenakan PLTSa Sumur Batu yang dikelola PT Nusa Wijaya Abadi sejak tahun 2016, hingga kini belum memperlihatkan hasil positif terkait produksi listrik berbahan baku sampah.

"Kalau terus menunggu PT Nusa Wijaya Abadi siap, kapan terlaksanannya? Padahal Kota Bekasi termasuk wilayah yang harus mempercepat realisasi operasional produksi listrik dari sampah," katanya.

Bilang memaparkan data produksi sampah di Kota Bekasi diperkirakan sebanyak 1.800 ton per hari. Setiap harinya, 900 ton sampah dikirim ke TPA Sumur Batu. Adapun tumpukan sampah di TPA Sumur Batu sudah hampir melebihi kapasitas dengan ketinggian mencapai 20-30 meter dari permukaan tanah.

Namun untuk mengurangi volume gunungan sampah di dalam TPA belum ada solusi yang berjalan. Sementara PT NW Abadi selaku pihak ketiga pengelola PLTSa masih menyelesaikan kerja sama dengan PLN terkait penjualan listrik yang dihasilkan. 

“Nanti sebagian sampah akan dikirim ke tiga perusahaan itu, kalau tidak salah sekitar 200 ton,” ucapnya.

Meski demikian, pihaknya belum bisa memastikan kapan tiga perusahaan tersebut mulai beroperasi. Sebab perjanjian kerja sama yang telah disepakati harus dibahas lebih lanjut.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menambahkan, adanya kerja sama dengan tiga perusahaan tersebut diharapkan bisa menjadi solusi permasalahan sampah di Kota Bekasi. Selain itu, listrik yang dihasilkan dari PLTSa juga bisa dikonsumsi warga.

“Dengan sinergitas yang dilakukan ini diharapkan bisa menjadi solusi persoalan sampah di Kota Bekasi, semoga realisasinya berjalan dengan baik," katanya.***

Bagikan: