Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sedikit awan, 23.3 ° C

Tiga Santri Jadi Korban Sodomi Pengajarnya

Dodo Rihanto
PELAKU sodomi terhadap tiga santri digiring petugas Polres Karawang dalam ekspos di Mapolres Karawang, Jumat, 13 September 2019.*/DODO RIHANTO/PR
PELAKU sodomi terhadap tiga santri digiring petugas Polres Karawang dalam ekspos di Mapolres Karawang, Jumat, 13 September 2019.*/DODO RIHANTO/PR

KARAWANG, (PR).- Tiga santri pria sebuah Pondok Pesantren di Kecamatan Pedes, menjadi korban sodomi oknum pengajar Ponpes tersebut hingga berkali-kali. Masing-masing korban disodomi dalam waktu berbeda tetapi menggunakan modus operandi yang sama.

Korban yang sedang menempuh pendidikan agama itu berinisial AKS (12), ZNF (6), dan DPA (12). Sementara oknum pengajar terdata berinisial RD (21), warga Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.

"Perbuatan tak senonoh oknum pengajar itu mulai terungkap, 8 September 2019. Waktu itu, salah seorang wali santri mengantarkan anaknya kembali ke Ponpes setelah melewati masa libur," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Karawang, Ajun Komisaris Bimantoro Kurniawan, saat mengekspose kasus itu, Jumat, 13 September 2019.

Sang anak, lanjut Bimantoro, menangis dan menolak turun dari kendaraan ketika tiba kembali di halaman Ponpes. Dia kemudian bercerita jika salah seorang pengajar di Ponpes tersebut kerap mencabuli dirinya.

Mendengar cerita tersebut, wali santri itu langsung melapor ke kantor polisi terdekat. Namun karena korban masih di bawah umur kasusnya ditangani Polres Karawang.

Berdasarkan pengakuan korban, lanjut Bimantoro, pelaku menjalankan aksi bejatnya pada 18 Juni 2019, sekira pukul 23.00 WIB. Korban yang sedang tertidur lelap dibangunkan pelaku dan langsung diajak ke kamar mandi.

Waktu korban tidak menaruh curiga apapun, karena yang mengajaknya adalah seorang pengajar. "Sesampainya di kamar mandi, korban dilucuti celana dalamnya. Pelaku pun membuka celananya dan memasukan penisnya ke dubur korban hingga ejekulasi," kata Bimantoro.

Dijelaskan juga, beberapa saat setelah menerima laporan dari wali santri, Polisi langsung mengamankan pelaku dari Ponpes tersebut. Di hadapan petugas, pelaku mengakui semua perbuatan bejatnya itu.

Pelaku tergiur melakukan sodomi kerena semasa kecilnya pernah menjadi korban kekerasan seks yang sama. Dia kemudian melampiaskan hasratnya kepada sejumlah santri binaannya sendiri.

Menurut Bimantoro, dari hasil pengambangan pemeriksaan, akhirnya diketahui jika korban pelaku tidak hanya satu. "Hingga saat ini sudah ada tiga korban yang melapor. Kemungkinan masih ada korban lainnya tetapi tidak berani mengungkungkapkannya," kata Bimantoro.

Dijelaskan juga, pelaku dijerat Pasal 82 ayat (2) Undang-undang RI No.17 tahun 2016 tentanflg Penetapan Perpu No. 1 tahun 2016 tentang Perubahan Ke Dua UU RI No.23/2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-undang. "Pelaku bisa dipidana penjara hingga 15 tahun dan atau denda Rp 5 miliar," kata Bimantoro.***

Bagikan: