Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sedikit awan, 23.3 ° C

Sering Terjadi Kecelakaan di KM 80-100 Tol Purbaleunyi, Polisi dan Warga Gelar Doa Bersama

Hilmi Abdul Halim
PARA pemangku kebijakan di Jalan Tol Purbaleunyi melakukan doa bersama di rest area kilometer 97 tol tersebut, Jumat 13 September 2019. Selain mendoakan para korban, mereka berharap tidak terjadi lagi kecelakaan di ruas tol khususnya kilometer 100-80.*/HILMI ABDUL HALIM/PR
PARA pemangku kebijakan di Jalan Tol Purbaleunyi melakukan doa bersama di rest area kilometer 97 tol tersebut, Jumat 13 September 2019. Selain mendoakan para korban, mereka berharap tidak terjadi lagi kecelakaan di ruas tol khususnya kilometer 100-80.*/HILMI ABDUL HALIM/PR

PURWAKARTA, (PR).- Sebanyak 37 kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas Jalan Tol Purwakarta-Bandung-Cileunyi sepanjang 2019. Rentetan kecelakaan yang terjadi dalam waktu dekat memotivasi puluhan orang untuk melakukan doa bersama.

Kegiatan itu dilakukan di tempat istirahat (rest area) kilometer 97 Tol Purbaleunyi, Jumat 13 September 2019. "Kami meminta kepada Tuhan supaya kecelakaan lalu lintas ini ke depannya bisa dihindari," kata Kepala Kepolisian Resor (Polres) Purwakarta Ajun Komisaris Besar Matrius seusai acara.

Doa bersama kali ini diikuti seluruh pemangku kebijakan di jalan tol termasuk Pemerintah Kabupaten Purwakarta dan warga setempat. Matrius memanfaatkan momentum tersebut sekaligus untuk merekatkan hubungan dan koordinasi antar instansi terkait.

Menurunnya, seluruh pemangku kebijakan lalu lintas angkutan Jalan Tol Purbaleunyi perlu meningkatkan upaya pencegahan kecelakaan. Matrius menyebutkan jumlah kecelakaan yang dilaporkan ke polisi di jalan tol tersebut mencapai 21 peristiwa di antaranya.

"(Jumlah kecelakaan) yang paling banyak memang di antara ruas jalan tol kilometer 80-100. Banyak (penyebabnya) tapi kalau dikategorikan faktor terbanyak dari pengemudinya sendiri," tutur Matrius. Artinya, banyak di antara pengemudi yang diduga melakukan kelalaian.

Faktor lain yang paling berpengaruh ialah kondisi kendaraan yang kurang layak. Dalam banyak kasus, kegagalan fungsi paling banyak dialami bagian rem. Hal itu akibat kurangnya perawatan dan pengecekan kendaraan sesuai aturan yang berlaku.

Kelebihan muatan

Selain itu, Matrius mengakui masih banyak kendaraan yang kelebihan muatan dan dimensi. Terutama, pada kendaraan angkutan barang yang masih banyak ditemukan saat ini. Kondisi tersebut dapat membahayakan pengendaranya maupun kendaraan lain.

Meskipun demikian, kendaraan yang paling banyak terlibat kecelakaan justru kendaraan pribadi. "(Laporan kecelakaan) yang paling banyak kita terima adalah kendaraan pribadi, keduanya angkutan barang," kata dia tanpa menyebutkan rinciannya.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Purwakarta Ajun Komisaris Ricky Adipratama menambahkan, dari 37 kecelakaan selama Januari-Agustus 2019 mengakibatkan 27 korban jiwa. Sementara korban luka berat dan ringan sebanyak 125 orang.

Dibandingkan tahun lalu, jumlah korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas di Tol Purbaleunyi mengalami kenaikan. "Selama 2018 terjadi 81 kecelakaan dengan korban meninggal dunia 24 orang, luka berat 13 orang dan luka ringan 161 orang," ujar Ricky.

Ia mengimbau pengendara berhati-hati melintasi kondisi jalan yang menurun ditambah dengan arus lalu lintas yang ramai di Tol Purbaleunyi. Dalam aturan yang tertulis di rambu-rambu disebutkan maksimal kecepatan kendaraan di sana tidak lebih dari 80 kilometer per jam.

Selain itu, arus lalu lintas di jalan tol tersebut juga termasuk yang paling ramai sehingga masyarakat diimbau untuk mempersiapkan kondisi kesehatan dan kendaraannya. "Pengemudi dan kendaraannya harus dipastikan dalam kondisi prima," katanya menegaskan.***

Bagikan: