Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sedikit awan, 23.3 ° C

Heboh, Tanah di Dusun Cirendang Keluarkan Asap Berbau Gas 

Tim Pikiran Rakyat

SUMEDANG,(PR).- Lapisan tanah di perbukitan Blok Gunung Dawuan, Dusun Cirendang Desa Jembarwangi Kecamatan Tomo, kini tiba-tiba saja mengeluarkan asap yang disertai bau gas mirip elpiji.

Bahkan menurut informasi, suhu di sekitar lokasi kejadian itu pun kini dirasakan lebih panas dari biasanya. Padahal areal tersebut bukanlah lokasi tambang ataupun pegunungan aktif seperti halnya gunung-gunung berapi.

Kemunculan asap di Blok Gunung Dawuan itu, sontak membuat heboh warga di sekitarnya. Sebab, kejadian seperti itu memang tidak pernah terjadi sebelumnya.

Informasi soal munculnya asap pada lapisan tanah di lereng bukit Blok Gunung Dawuan ini, dibenarkan Sekretaris Desa Jembarwangi, Eman Suherman. Malah menurut Eman, pihaknya bersama Unsur Forkopimka Kec. Tomo dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah melihat langsung ke lokasi.

"Dan sesuai hasil investigasi tersebut, ternyata benar kalau lapisan tanah di lereng bukit ini mengeluarkan asap yang disertai bau gas," kata Eman, Jumat 13 September 2019.

Terkejut

Dijelaskan Eman, fenomena alam yang terjadi lereng bukit Blok Gunung Dawuan ini, awalnya ditemukan oleh Caryadi salah seorang RT di Dusun Cirendang.
Penemuan ini, bermula ketika Caryadi akan mengambil bambu di kebunnya, Kamis 12 September 2019 sekira pukul 06.00 pagi.

"Jadi pada saat Pa RT mau ngambil bambu ke kebunnya, dia melihat ada kepulan asap di lereng bukit. Awalnya dia mengira ada orang yang sedang membakar sampah," ujar Eman.

Karena penasaran, lanjut Eman, maka Caryadi pun akhirnya mencoba untuk mendekati titik lokasi kepulan asap itu. Namun ketika sampai ke lokasi, dia langsung terkejut, karena kepulan asap itu ternyata bukan bersumber dari api pembakaran, melainkan keluar dari tanah.

"Pa Rt juga saat itu langsung kaget. Karena ternyata asap itu keluarnya dari tanah, bahkan asapnya juga mengeluarkan bau mirip gas elpiji," katanya.

SEKRETARIS Desa Jembarwangi, Eman Suherman, menunjukan lempengan batu yang diambil dari lokasi kepulan asap.*/TAUFIK ROCHMAN/KABAR PRIANGAN

Jadi penasaran

Setelah mengetahui kejadian aneh tersebut, maka ketika sampai di rumah, dia pun langsung menceritakan temuannya tersebut ke tetangga. Mendengar cerita itu, warga lainnya pun jadi penasaran, sehingga sore harinya warga beramai-ramai untuk melihat langsung fenomena alam.

"Kami baru mendapat laporan adanya kejadian itu kira-kira sehabis sholat Magrib. Bahkan malam itu juga kami langsung mengecek ke lokasi, cuma sayang karena gelap tidak ada penerangan jadi malam itu kami tidak berhasil menemukan apa-apa," ujarnya.

Pihaknya baru merasa yakin setelah Jumat (13/9/2019) pagi, melakukan investigasi langsung bersama Unsur Forkopimka dan BPBD.

Hasil investigasi tersebut, diketahui bahwa kepulan asap tersebut memang benar keluar langsung dari lapisan tanah di lereng bukit Blok Dawuan yang memiliki ketinggian sekitar 200 meter di atas permukaan laut.

Lokasi kepulan asap ini, diperkirakan berjarak sekitar 500 meter di atas pemukiman warga Dusun Cirendang.

"Untuk bahan laporan, kami juga membawa sejumlah lempengan batu yang gosong terbakar di sekitar kepulan asap itu," ujarnya.

Sudah dicek

Dikonfirmasi terkait fenomena tersebut, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kab. Sumedang, Yedi, mengatakan bahwa hasil investigasi yang telah dilakukannya bersama Unsur Forkopimka Kec. Tomo di lapangan, semuanya sudah dikoordinasikan dengan Pusat Vulkanonologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung.

"Soal kepulan asap itu, sudah kami cek tadi pagi. Bahkan kami juga sudah berkoordinasi dengan PVMBG Bandung supaya bisa melakukan penelitian di lokasi keluarnya asap tersebut," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya sampai sekarang masih belum bisa menginformasikan terkait sumber atau penyebab keluarnya kepulan asap yang berbau gas elpiji itu. Karena pihaknya sendiri, masih harus menunggu PVMBG Bandung untuk melakukan penelitian di lokasi keluarnya asap tersebut.

"Untuk saat ini kami masih belum tahu apakah asapnya itu berbahaya bagi warga atau tidak. Yang pasti, sepulang dari lokasi kami langsung membuat laporan ke PVMBG Bandung. Mudah-mudahan saja PVMBG bisa secepatnya turun melakukan penelitian, agar kita bisa tahu apakah asap itu berbahaya atau tidak," ujarnya kepada wartawan Kabar Priangan, Taufik Rochman.***

Bagikan: