Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Langit umumnya cerah, 20.4 ° C

Abrasi di Pantai Cimerak Pangandaran Sangat Mengkhawatirkan

Agus Kusnadi
WAKIL Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum sedang meninjau tempat pendaratan perahu di Desa Legokjawa Cimerak, Jumat, 13 September 2019.*/AGUS KUSNADI/KP
WAKIL Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum sedang meninjau tempat pendaratan perahu di Desa Legokjawa Cimerak, Jumat, 13 September 2019.*/AGUS KUSNADI/KP

PANGANDARAN,(PR).- Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum bersama sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran melakukan peninjauan ke lokasi pesisir pantai di Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran. Peninjauan tersebut berkat adanya laporan dari masyarakat yang mengkhawatirkan kondisi pantai yang sudah sangat memprihatinkan.

Atas nama pimpinan di Provinsi Jawa Barat, dirinya ingin melihat secara langsung apa yang dikhawatirkan oleh masyarakat tentang kondisi pesisir pantai yang menurutnya sudah sangat mengkhawatirkan. "Walaupun disini ada kewenangan pemerintah pusat karena pantai berdekatan dengan jalan, namun ada juga kewenangan Pemerintah Provinsi. Ternyata betul apa yang disampaikan masyarakat kepada kami tentang abrasi yang sudah sangat mengkhawatirkan," ungkap Uu, Jumat, 13 September 2019.

Sekalipun ada kewenangan pemerintah pusat kata Uu, tetapi juga ada kewenangan Pemerintah Provinsi, sehingga apabila dirinya menunggu dari pusat, takut ada anggapan ini-itu sehingga lama untuk direalisasikan. "Kalau ini dibiarkan kata masyarakat, jalan pun yang jaraknya hanya 20 meter dari bibir pantai akan terkikis," ujar Uu.

Kemudian lanjut Uu, dirinya juga meninjau potensi bendungan wisata curug Sawer yang berada di Dusun Ciwalini Desa Ciparanti Kec Cimerak. Kata Uu, apabila di curug Sawer di bangun itu ada tiga manfaat, yang pertama yaitu untuk pengairan ke beberapa desa dan ribuan hektar. "Kalau udah diatas 3.000 hektar itu sudah kewenangan Pemprov, maka pihak masyarakat meminta bantuan kepada Pemprov agar air dari bendungan ini bisa mengairi ke masyarakat," ujarnya.

Bahkan kata dia di curug Sawer ini sudah banyak pengunjung yang datang. Dan itu pun kata Uu, merupakan tugas dirinya dan kang Emil (Ridwan Kamil) untuk menggali potensi wisata minimal 10 desa perkabupaten/kota untuk ditingkatkan dan bantu sehingga potensi wisata bisa bermanfaat. "Yang ketiga bendungan curug Sawer ini juga bisa digunakan untuk pembangkit tenaga listrik," ujarnya.

Untuk penanganan abrasi pendaratan perahu serta pembangunan curug Sawer, menurut Uu, harus dengan teknologi canggih, apabila hanya ditangani seperti biasa, manfaatnya penahan abrasi nya nanti tidak akan lama. Teknologi ini pilun kata dia, harus dikaji dan tidak bisa ditentukan sekarang. "Pembangunan alat penahan abrasi diharapkan bisa selesai tahun depan, untuk DED nya kita usahakan tahun ini," ujarnya.

Kabid Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Jawa Barat, Indra Sofyan membenarkan bahwa abrasi sudah mendekati jalan, jika tidak diselesaikan maka jalan nasional akan terkena abrasi.

Sedangkan cara penyelesaiannya, menurut dia, dari sisi kewenangan mulai mulut laut sampai 100 meter ke darat merupakan kewenangan PSDA Provinsi Jawa Barat. Sedangkan sempadan jalan kewenangannya ada di Kementerian Pekerjaan Umum. "Selesaikan dulu penyebabnya yaitu ombak. Maka dalam hal ini PSDA provinsi harus menyelesaikan dahulu dengan pemecah ombak, breakwater," ujarnya.

Kunjungan kerja wakil gubernur ke Kab. Pangandaran selain meninjau abrasi pantai di Desa Ciparanti, juga meninjau abrasi di pesisir pantai Pasirgede Dusun Citotok Kec. Cimerak Kab.Pangandaran, dan tempat pendaratan perahu nelayan di Legok Jawa Kec Cimerak.***

Bagikan: