Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sedikit awan, 23.3 ° C

11 Ton Telur untuk Mencegah Stunting

Windiyati Retno Sumardiyani
SISWA Sekolah Dasar Negeri Cipaku 4, Kelurahan Bogor Selatan, Kota Bogor makan telur serentak, Kamis, 12 September 2019. Dinas Pertanian Kota Bogor membagikan 11 ton telur kepada anak usia dini, panti jompo, dan keluarga kurang mampu untuk mencegah stunting.* /WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR
SISWA Sekolah Dasar Negeri Cipaku 4, Kelurahan Bogor Selatan, Kota Bogor makan telur serentak, Kamis, 12 September 2019. Dinas Pertanian Kota Bogor membagikan 11 ton telur kepada anak usia dini, panti jompo, dan keluarga kurang mampu untuk mencegah stunting.* /WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR

HARI masih pagi, namun ratusan siswa di SD Negeri Cipaku 4, Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor sudah berbaris rapi di lapangan sekolah mereka, Kamis, 12 September 2019.  Hari itu, siswa sekolah dasar dikumpulkan untuk bersama-sama memakan telur gratis yang dibagikan oleh Dinas Pertanian Kota Bogor.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kota Bogor Wina mengatakan,  pembagian telur merupakan program Distani Kota Bogor bertajuk Senin Emam Endog (Sendog). Program tersebut juga selaras dengan program gerakan makanan 100 juta telur oleh pemerintah.

Menurut Wina, ada 11 ton telur ayam yang dibagikan secara gratis ke sekolah dasar  dan juga masyarakat kurang mampu. Saat ini, pembagian telur dilakukan di Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan.

“Ini program kami untuk memenuhi kebutuhan protein hewani. Kita bagikan ke TK, PAUD, SD, dan panti asuhan serta panti jompo, bekerja sama dengan pihak swasta,” ujar Wina saat dijumpai wartawan, Kamis, 12 September 2019.

Menurut Wina, pembagian 11 ton telur tersebut dilakukan secara bertahap selama sepekan. Pada hari pertama, sebanyak 4 ton telur sudah dibagikan, sementara Kamis kemarin, ada 7 ton telur yang didistribusikan. Pembagian telur tersebut, lanjut Wina, dilakukan dalam kondisi mentah.  Nantinya pihak sekolah atau guru bisa mengolahnya sendiri, disesuaikan dengan kebutuhan.

“Kita prioritaskan juga keluarga yang kurang mampu, telur juga kita distribusikan untuk panti asuhan  dan panti jompo, juga pondok pesantren,” kata  Wina.

Cegah stunting

Menurut Wina, pemberian telur gratis itu upaya Pemerintah Kota Bogor untuk mencegah stunting dan sejalan dengan program Kota Bogor yang ingin menjadi kota sehat dan cerdas.  Distani Kota Bogor terus berupaya agar program tersebut bisa dilakukan secara kontinyu, minimal satu minggu sekali hingga Desember 2019.

“Telur itu kan kaya akan protein,  kita tahu juga sekarang lagi pemanasan global, cuaca sedang ektrem, dan pasti akan berpengaruh pada imunitas. Telur itu kita harapkan dapat memperkuat imunitas anak,” ujar Wina.

Lebih lanjut, Wina pun berharap gerakan makan telur bisa  dilakukan oleh masyarakat.  Dengan begitu, stunting pada usia dini bisa ditekan. Wina menyebut, saat ini angka konsumsi telur di Indonesia masih rendah, yakni 125 butir per kapita per tahun. Sementara negara tetangga, yakni Malaysia,  tingkat konsumsi telur sudah mencapai 340 butir per kapita per tahun.  Disamping itu, harga telur juga cukup terjangkau oleh masyarakat.

”Jadi masyarakat harus memperbanyak konsumsi telur,  kalaupun ada yang bilang makan telur bikin bisul, itu mitos ya,” kata Wina.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, masih banyak masyarakat di Kota Bogor yang belum memahami pentingnya mengonsumsi ayam dan telur.  Masyarakat bukannya tidak mampu membeli telur. Mereka hanya kurang mengetahui tingginya kandungan gizi telur.

“Tantangan kita di situ,  karena telur dan ayam tidak terlalu mahal, tapi kandungan proteinnya luar biasa. Jangan sampai warga Kota Bogor kurang gizi karena lebih mementingkan uangnya dipakai beli pulsa atau rokok,” kata Bima.

Gerakan pembagian telur gratis diharapkan Bima bisa meningkatkan pengetahuan akan pentingnya mengonsumsi telur.  Sehingga gizi anak-anak KotaBogor bisa terpenuhi, sehingga terhindar dari gizi buruk.

“Anak-anak itu masa depan kita, tumpuan harapan kita.Mudah-mudahan masyarakat menjadi tahu pentingnya telur, dan generasi muda yang paham gizi siap menjemput masa depannya,” ucap Bima.***

Bagikan: