Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sebagian berawan, 20.8 ° C

Tabrakan Kembali Terjadi di Tol Cipali, 2 Orang Tewas

Tim Pikiran Rakyat
TRUK boks yang rusak berat dan diamankan di PJR Cilameri karena menabrak truk lainnya di tol Cipali, Subang.*/DALLY KARDILAN/GALAMEDIA
TRUK boks yang rusak berat dan diamankan di PJR Cilameri karena menabrak truk lainnya di tol Cipali, Subang.*/DALLY KARDILAN/GALAMEDIA

SUBANG, (PR).- Sopir dan kernet truk boks Nopol F 8140 GW mengalami nasib malang, keduanya ditemukan tewas diduga setelah menabrak bagian belakang truk yang di depannya di jalur Tol Cipali Subang, tepatnya di daerah Jabong Pagaden Km 115.400, Kamis 12 September 2019.

Kapolres Subang AKBP H Muhammad Joni melalui Kasatlantas, AKP H.Bambang S didampingi Kanitlaka, Iptu Jaenudin membenarkan kalau kedua korban tewas merupakan sopir dan kernet mobil boks, Juni Warsito (35), warga Desa Winong, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, dan Yadi (19), warga Desa Ciseureuheun, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten.

“Kecelakaan lalu lintas tersebut terjadi pukul 02.00 WIB itu, bermula ketika truk boks yang dikendarai para korban bernomor polisi F 8140 GW melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon dan menabrak truk Fuso yang yang melaju di depannya,” ujarnya.

Hal ini dibenarkan Kanit PJR Tol Cipali AKP Azis Syarifudin melalui Panitnya, Iptu Heri kalau korban yang ditemukan tewas di tempat kejadian perkara seorang dan seorang lagi di RSU Ciereng, Subang. “Sopir meninggal dunia di TKP dan kernetnya meninggal di rumah sakit. Sementara sopir truk Fuso melarikan diri setelah kecelakaan,” jelas Azis.

Dari hasil pemeriksaan sementara, kecelakaan tersebut diduga terjadi karena kondisi sopir mobil boks sedang mengantuk. Mobil yang dikendarai akhirnya kehilangan kendali dan menabrak truk Fuso di depannya. Selain itu korban pun tidak bisa mengendalikan kendaraannya, dan tidak melihat ada kendaraan yang ada di depannya.

Kanit PJR Tol Cipali mengimbau kepada seluruh pengguna jalan di Tol Cipali lebih berhati-hati saat berkendara. Pengendara diminta segera beristirahat jika merasa mengantuk. Kecelakaan sering terjadi karena pengendara mengantuk. “Pengguna jalan diminta konsentrasi baik siang dan malam. Kurangi kecepatan agar tidak melebihi dari 100 km dan tidak kurang dari 60 kilometer per jam,” ujar Azis Syarifudin kepada wartawan Galamedia, Dally Kardilan.***

Bagikan: