Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sedikit awan, 20.5 ° C

Relokasi SUTET Rampung, Konstruksi Tol Jakarta-Cikampek Elevated Tersambung Penuh

Riesty Yusnilaningsih
KONSTRUKSI tol Jakarta-Cikampek elevated sepanjang 47,5 kilometer tersambung sepenuhnya. */RIESTY YUSNILANINGSIH/PR
KONSTRUKSI tol Jakarta-Cikampek elevated sepanjang 47,5 kilometer tersambung sepenuhnya. */RIESTY YUSNILANINGSIH/PR

BEKASI, (PR).- Konstruksi tol Jakarta-Cikampek elevated sepanjang 47,5 kilometer akhirnya tersambung sepenuhnya. Sebelumnya, konstruksi di ruas sekitar km 17 belum tersambung dikarenakan terkendala keberadaan menara Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi.

Pimpinan proyek tol Jakarta-Cikampek elevated dari PT Jasa Marga Suchandra Hutabarat mengatakan, penyambungan konstruksi di sekitar km 17 dekat gerbang tol Bekasi Timur sudah mulai dikerjakan sejak Senin 9 September 2019 malam.

"Relokasi tegangan dari menara SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi) tersebut sudah rampung, sehingga pekerjaan bisa dilanjutkan tanpa kekhawatiran pengaruh induksi listriknya dapat membahayakan pekerja," kata Suchandra, Kamis 12 September 2019.

Dengan tersambungnya konstruksi di sekitar lokasi tersebut, PT Jasa Marga Cabang Tol Jakarta-Cikampek kian optimistis dapat menepati tenggat waktu penyelesaian pekerjaan yang dipatok pada Oktober 2019.

Selain pemasangan steel box girder di sekitar kilometer 17, pekerjaan-pekerjaan akhir yang saat ini dalam tahap penyelesaian ialah ruas dengan bentangan jalan cukup jauh, semisal di titik dekat Kali Bekasi, Grand Wisata, Cibitung, Cibeet, dan Kali Cikarang.

"Saat konstruksi selesai, akan dilihat terlebih dahulu kelaikan fungsinya yang akan ditentukan oleh PT Jasa Marga, Kementerian Perhubungan, dan Badan Pengelola Jalan Tol. Jika sudah dinyatakan laik, baru akan dioperasikan secara fungsional untuk umum. Mudah-mudahan bisa terealisasi November 2019 sehingga Jakarta elevated bisa siap digunakan selama musim libur Natal dan Tahun Baru," katanya.

Tol Jakarta elevated yang membentang mulai dari kilometer 9 Cikunir hingga kilometer 47,5 Karawang Barat mulai bergulir pengerjaannya sejak November 2017. Penyelesaian pekerjaan tol yang menelan biaya hingga Rp 13 triliun tersebut sangat dinantikan untuk mengurai kepadatan volume kendaraan di tol Jakarta-Cikampek.

Relokasi tegangan

Secara terpisah Manajer PLN UP 3 Bekasi Ririn Rahmawardhini mengatakan, relokasi tegangan dari menara SUTET di sekitar km 17 telah dikerjakan tanpa adanya pemadaman aliran listrik kepada konsumen di wilayah Bekasi.

"Sebelum relokasi dilakukan, muncul pesan berantai seputar pemadaman listrik total terkait pekerjaan ini. Namun saya pastikan itu hoaks karena aliran listrik kepada konsumen tidak terpengaruh meskipun sedang dilakukan relokasi," katanya.

Hal tersebut dimungkinkan, karena sebelum relokasi dilakukan, PLN telah menyiapkan pasokan pengganti dari pembangkit lain. Dengan demikian, aliran listrik untuk konsumen tetap lancar, sedangkan pekerjaan relokasi pun bisa diselesaikan.***

Bagikan: