Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 20.4 ° C

Nelayan Pangandaran dan Cilacap Sudah Akur

Tim Pikiran Rakyat
PENYELESAIAN konflik antara nelayan Pangandaran dan nelayan Cilacap dilakukan di aula kantor Dinas Kelautan Kab Cilacap Jawa Tengah, Rabu, 11 September 2019 kemarin.*/DOK. TNI AL PANGANDARAN
PENYELESAIAN konflik antara nelayan Pangandaran dan nelayan Cilacap dilakukan di aula kantor Dinas Kelautan Kab Cilacap Jawa Tengah, Rabu, 11 September 2019 kemarin.*/DOK. TNI AL PANGANDARAN

CILACAP,(PR).- Kesalahpahaman yang menimbulkan konflik antara nelayan Pangandaran dengan nelayan Cilacap sudah berakhir.Hal tersebut dibuktikan di kantor Dinas Kelautan Kab Cilacap Jawa Tengah pada Rabu, 11 September 2019 kemarin.

Pertemuan antara keduabelah pihak difasilitasi oleh Dinas Kelautan Kab. Cilacap Jawa Tengah yang juga disaksikan oleh TNI Angkatan Laut, Polair, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia dan Dinas Kelautan Kab. Pangandaran dan Cilacap serta BKSDA Kab Cilacap.

Wakil ketua DPC HNSI Kabupaten Pangandaran, Muhammad Yusuf mengatakan, kesepakatan antara nelayan Pangandaran dan nelayan Cilacap untuk saling menjaga rasa persaudaraan, persatuan antar sesama nelayan.

"Supaya tidak ada lagi saling memicu konflik dan akan bersama-sama bergotong royong pada saat melaut," ujar Yusuf, Kamis, 12 September 2019.

Namun, kata Yusuf, untuk selanjutnya permasalahan konflik antarnelayan ini akan ditindaklanjuti pertemuannya di Pemerintah Provinsi Jawa Barat 18 hingga 20 September 2019 besok.

"Saya belum tahu nanti seperti apa, namun yang jelas lebih kepada penguatan kerjasama berkaitan dengan kerukunan antara nelayan Pangandaran dan Cilacap," ujarnya, seraya menambahkan, ada 14 poin dalam draf untuk pertemuan nanti di provinsi.

Salah paham

Yusuf menjelaskan, konflik yang terjadi antara nelayan Pangandaran dengan nelayan Cilacap karena adanya kesalahpahaman dimana nelayan asal Cilacap mengira jaring itu tersapu oleh jaring nelayan Pangandaran.

"Pas kebetulan pada saat itu ada nelayan Pangandaran yang sedang menarik jaring, maka terjadilah kesalahpahaman," ujarnya.

Dengan adanya kesepakatan bersama ini Yusuf berharap khususnya nelayan Pangandaran dengan Cilacap bisa bersatu dan kedepan konflik jangan sampai terulang kembali dan semoga persaudaraan nelayan Cilacap dan Pangandaran akan semakin kuat.

Kepala Dinas Kelautan, Perikanan Dan Ketahanan Pangan Kab Pangandaran Rida Nirwana mengatakan, bahwa dirinya telah mendapatkan laporan terkait pertemuan dan kesepakatan bersama antara nelayan Pangandaran dengan Cilacap, yang pada saat itu dihadiri oleh bawahannya.

"Berdasarkan laporan, mereka (nelayan) sudah akur, tidak ada permasalahan lagi," ujarnya.

Kata Rida, pertemuan tersebut tujuannya untuk menjalin silaturahmi antara unsur pemerintah dan nelayan. Dan pertemuan tersebut menurut dia  untuk menegaskan bahwa konflik tersebut sudah diselesaikan.

Seperti yang pernah diberitakan, bahwa konflik yang terjadi antara nelayan Pangandaran dengan Cilacao tersebut berawal adanya kesalahpahaman saat melaut dimana salahsatu jaring milik nelayan Cilacap hilang diperairan pulau Nusakambangan dekat dengan perairan Pangandaran yang kebetulan pada saat itu ada nelayan dari Pangandaran, Jawa Barat, sehingga nelayan Cilacap menuduh nelayan Pangandaran yang mengambil jaring miliknya.

Sementara Komandan Pos TNI Angkatan Laut Pangandaran Kapten Laut Toto Sukarto yang juga ikut hadir dalam pertemuan tersebut membenarkan, bahwa nelayan Pangandaran dengan Cilacap sudah akur melalui HNSI Kab. Pangandaran dan HNSI Kab. Cilacap.

"Bahkan kesepakatan ini akan ditindaklanjuti di Provinsi Jawa Barat," katanya kepada wartawan Kabar Priangan, Agus Kusnadi.***

Bagikan: