Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sebagian berawan, 20.8 ° C

Cellica Minta Warga tak Buru-buru Permasalahkan Uang Kompensasi

Dodo Rihanto
BUPATI Karawang Cellica Nurrachadiana.*/DOK PR
BUPATI Karawang Cellica Nurrachadiana.*/DOK PR

KARAWANG, (PR).- Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana, meminta masyarakat terdampak tumpahan minyak sumur YYA-1 milik PHE ONWJ, jangan dulu mempermasalahkan uang kompensasi yang relatif kecil. Sebab, pihak Pertamina menjanjikan bakal membayar semua kerugian masing-masing warga akibat bencana tumpahan minyak tersebut.

Cellica menyebutkan hal itu, seusai menghadiri acara "Disdukcapil Go Digital" yang digelar Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat, Kamis 12 September 2019. "Saya mencoba menghargai semua pihak. Pertamina sudah bertanggung jawab atas insiden tersebut," katanya.

Cellica juga mengaku sempat menanyakan hitungan Rp 900 ribu/warga/bulan itu dari mana. "Nah memang belum ada dasar yang pasti, pihak Pertamina hanya menyatakan nilai tersebut adalah kajian dari tim independen," katannya.

Dijelaskan juga, menyaluran dana kompensasi itu baru tahap awal yang bakal diikuti dengan pembayaran ganti rugi untuk semua warga terdampak. Lagi pula, penyaluran dana itu dihitung per jiwa bukan per keluarga. Artinya, jika satu keluarga terdiri dari lima jiwa, dana yang mereka terima cukup besar.

Selain itu, lanjut Cellica, warga terdampak masih dipekerjakan sebagai petugas pembersih pantai dari tumpahan minyak. Dan mereka mendapat upah Rp 100 ribu per hari, sehingga mereka masih mendapatkan penghasilan kendati tidak bisa melaut.

"Kita harus melihat hal ini secara global. Jangan hanya melihat nilai yang kalau dirata-ratakan hanya Rp 30 ribu/warga per hari," katanya.

Menurut Cellica, kompensasi berbeda dengan ganti rugi, sehingga nilainya disamakan bagi semua warga terdampak. Sementara ganti rugi akan dihitung berdasarkan kerugian yang diderita masing-masing warga.

"Lagi pula, setahu saya belum ada warga yang keberatan dengan nilai kompensasi awal ini," katanya.

Dari informasi yang diprleroleh PR, pemberian dana kompenasi dari Pertamina mulai menuai kritik dari warga terdampak. Mereka mempersoalkan nilainya yang dianggap tidak sesuai dengan penderitaan warga.

"Penantian panjang warga ternyata tidak sesuai harapan. Pemberian dana kompensasi terkesan hanya sebagai peredam gejolak warga saja," kata seorang warga terdampak, namun tidak mau disebut namanya.***

Bagikan: