Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya berawan, 20.5 ° C

Terdampak Cipali, Bupati Indramayu Minta Pengembangan Ekonomi

Gelar Gandarasa
TOL Cipali.*/ANTARA
TOL Cipali.*/ANTARA

INDRAMAYU, (PR).- Pemerintah daerah meminta adanya program pengembangan ekonomi di wilayah Kabupaten Indramayu. Hal itu perlu dilakukan mengingat adanya dampak yang ditimbulkan pasca pembangunan ruas tol Cipali terhadap perekonomian. Bupati Indramayu Supendi memaparkan sejumlah rekomendasi supaya perekonomian bangkit kembali.

Supendi memaparkan, langkah pertama yang perlu dilakukan untuk membangkitkan perekonomian yakni dengan mempercepat pembangunan di Losarang. “Agar dibangun jalur kereta api dari pelabuhan Losarang ke Stasiun Terisi,” kata Supendi dalam paparannya saat menerima kunjungan kerja dari Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas), Selasa, 10 September 2019. Dengan hadirnya jalur kereta api, bisa mempercepat laju perekonomian yang ada di Loasarang.

Selain mengembangkan Losarang, Supendi pun meminta supaya pemerintah pusat membangun pintu keluar tol di Kecamatan Gantar. Menurut dia, pintu tol bisa mempercepat akses menuju pelabuhan Patimban di Subang.

“Juga exit tol di Lohbener untuk menuju embarkasi haji,” ungkapnya. Pengembangan kawasan ekonomi khusus juga perlu dilakukan di wilayah Karangsong dan Pulau Biawak.

BUPATI Indramayu Supendi bersalaman dengan Ketua Tim Kajian Daerah Wantannas Kolonel Supendi (kiri) saat rapat di Kantor Sekretariat Daerah Indramayu, Selasa, 10 September 2019.*/GELAR GANDARASA/PR

Supendi berharap, rekomendasi dari pemerintah daerah itu bisa disetujui oleh pemerintah pusat. Dia menilai, permintaan dari pemerintah daerah tersebut bisa mengembalikan kejayaan perekonomian di Kabupaten Indramayu. Terlebih saat ini Kabupaten Indramayu tengah menyiapkan kawasan industri yang saat ini tengah disiapkan dengan matang.  

Dalam kesempatan sama, Ketua Tim Kajian Daerah Wantannas Kolonel Supendi mengatakan, kehadiran Cipali memang menyisakan dampak terhadap wilayah yang dilalui tol tersebut. Sejak dibuka tahun 2015 silam, ada penurunan perekonomian khususnya di jalur Pantura.

Dia menambahkan, berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Bank Indonesia cabang Cirebon, 70 persen restoran yang ada di Pantura harus tutup karena bangkrut. Bukan hanya itu, pendapatan SPBU juga turun 70 persen. Sepinya pengguna jalan yang melintas membuat roda perekonomian di wilayah jalur Pantura sepi.

“Penjualan telur asin di Brebes turun lebih dari 50 persen,” ungkapnya. Kajian dari BI tersebut menunjukkan bahwa Indramayu merupakan salah satu daerah yang terkenda dampak ekonomi cukup besar dengan adanya tol Cipali. Guna mengatasinya, perlu dilakukan kajian mendalam agar mendapatkan data dan informasi beragam dalam rangka menemukan pemecahan masalah.

Supendi menambahkan, persoalan-persoalan tersebut akan diteruskan kepada pemerintah pusat. Dengan demikian diharapkan dapat ditemukan titik temu solusi terbaik “Sebagai bahan kebijakan  untuk menentukan langkah selanjutnya,” kata dia. Selain dampak tol Cipali, tim juga mengantisipasi beroperasinya tol Cisumdawu yang melintasi Kabupaten Sumedang.***

Bagikan: