Pikiran Rakyat
USD Jual 14.037,00 Beli 14.135,00 | Umumnya cerah, 24.3 ° C

Siswa SDN Pancawangi Akhirnya Belajar Dinaungi Tenda Peleton

Shofira Hanan
PULUHAN siswa belajar di kelas sementara dengan tenda darurat di SDN Pancawangi, Rabu 11 September 2019. Dandim 0608/Cianjur Rendra Dwi Ardhani terus mendorong agar pembangunan sekolah tersebut bisa dipercepat.*/ SHOFIRA HANAN/PR
PULUHAN siswa belajar di kelas sementara dengan tenda darurat di SDN Pancawangi, Rabu 11 September 2019. Dandim 0608/Cianjur Rendra Dwi Ardhani terus mendorong agar pembangunan sekolah tersebut bisa dipercepat.*/ SHOFIRA HANAN/PR

KEGEMBIRAAN terlihat jelas di raut wajah puluhan siswa SDN Pancawangi Cianjur saat bantuan tenda peleton untuk belajar datang. Siswa kelas IV dan VI berlarian, berebut untuk menduduki bangku sekolah yang dipindahkan ke bawah dua unit tenda darurat.

Setelah dua bulan lebih belajar hanya beralaskan terpal, kini mereka bisa kembali menggunakan meja dan kursi belajar di kelas sementara yang beratapkan tenda peleton bantuan dari Kodim 0608 Cianjur.

“Alhamdulillah sudah enggak kepanasan dan pegal lagi,” ujar seorang siswa kelas IV, Gema, Rabu 11 September 2019.

Ungkapan bahagia Gema, dirasakan pula oleh puluhan teman sekelasnya. Walaupun masih belajar di ruang terbuka, setidaknya mereka tidak perlu belajar dengan kondisi kelas yang seadanya setiap hari.

Dua bulan belajar di lapangan voli bukanlah waktu yang sebentar. Pasalnya, para siswa harus belajar di tengah cuaca terik dan berdebu, tanpa tahu kapan bisa kembali menempati kelas mereka.

Plt Kepala SDN Pancawangi Asep Sulaiman mengatakan, bantuan tersebut menjawab salah satu kebutuhan peserta didik di sekolah tersebut.

“Makanya, kami sangat berterima kasih kepada Kodim karena membantu mendirikan kelas sementara. Sebelum kelas kembali direhabilitasi,” ujar Asep.

Ia menjelaskan, sebenarnya kebutuhan tenda darurat sudah disampaikan kepada pihak Pemerintah Kabupaten Cianjur yang sempat berkunjung ke sekolah. Hanya saja, permintaan tersebut belum direspons sehingga memaksa siswa untuk tetap belajar di lapangan.

Lebih lanjut dikatakan, perjuangan pihak sekolah tak berhenti di sana. Apalagi, Asep mengharapkan sekolah tersebut bisa direhab total. Ia mengaku, untuk memenuhi hal tersebut pihak sekolah telah mengajukan bantuan sejak tiga tahun terakhir. Namun, pihak sekolah masih belum menerima bantuan perbaikan, bahkan setelah ruangan kelas ambruk.

Menurut informasi terakhir, dikabarkan jika sekolah yang cukup dekat dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cianjur itu akan mendapatkan dana sebesar Rp 150 juta untuk perbaikan sekolah. Akan tetapi, dana tersebut diperkirakan baru bisa cair pada akhir tahun.

Sementara itu, Dandim 0608/Cianjur Rendra Dwi Ardhani mengatakan, pihak sekolah saat ini sebaiknya memanfaatkan saja dulu tenda bantuan tersebut. Apalagi, belum ada kepastian kapan sekolah tersebut akan dibangun.

“Dua tenda tersebut dipinjamkan sampai kelas baru siswa kelas IV, V, dan VI siap kembali digunakan untuk belajar. Kami terketuk untuk membantu setelah ada laporan Babinsa dan Koramil setempat,” ujar Rendra.

Ia menilai kondisi yang terjadi di sekolah itu  sangat memprihatinkan. Pasalnya, anak-anak terpaksa belajar secara bergantian di lapangan dan koridor sekolah karena kelas mereka rusak sejak lama hingga ambruk akibat cuaca.

Ia mengharapkan, pihak sekolah bisa terus mengoptimalkan bantuan tersebut hingga proses rehabilitasi kelas selesai digunakan.

“Sebenarnya di zaman sekarang masih ada kelas roboh itu menjadi sesuatu yang memprihatinkan. Oleh karena itu, kami dorong percepatan pembangunan dapat dilakukan secepat mungkin,” ucapnya.

Rendra mengungkapkan, siswa dan siswi yang dibantu merupakan aset penerus generasi. Maka dari itu, pada akhirnya kondisi mereka ke depannya menjadi tanggung jawab semua pihak***

 

Bagikan: