Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya berawan, 20.5 ° C

Kebakaran Meluas ke Hutan Lindung, Warga Mulai Khawatir

Tim Pikiran Rakyat
WARGA sedang berusaha memadamkan kobaran api di perkebunan pinus milik Perum Perhutani kawasan hutan lindung Blok Samalengoh Desa Gunturmekar Kecamatan Tanjungkerta.*/TAUFIK ROCHMAN/KABAR PRIANGAN
WARGA sedang berusaha memadamkan kobaran api di perkebunan pinus milik Perum Perhutani kawasan hutan lindung Blok Samalengoh Desa Gunturmekar Kecamatan Tanjungkerta.*/TAUFIK ROCHMAN/KABAR PRIANGAN

SUMEDANG,(PR).- Bencana kebakaran yang terjadi di kawasan perbukitan Blok Samalengoh, Gunung Gajah, Desa Gunturmekar Kecamatan Tanjungkerta, kini ternyata malah terus meluas.

Peristiwa kebakaran hutan yang terjadi sejak sejak Selasa 10 September 2019 itu, awalnya hanya membakar pepohonan di sekitaran tanah kas desa dan tanah milik saja.

Namun esok harinya, Rabu 11 Setember 2019, kobaran api yang sempat dipadamkan oleh petugas beserta masyarakat itu, ternyata malah kembali membara dan kian meluas.

Pantauan wartawan Kabar Priangan, Taufik Rochman di lokasi, Rabu siang, amukan si jago merah itu ternyata telah sampai ke kawasan Hutan Lindung yang dikelola Perum Perhutani tepat di petak 23 sekitar daerah perbatasan dengan wilayah Desa Cibungur Kecamatan Rancakalong.

Entah berapa banyak pohon pinus milik Perum Perhutani yang habis terbakar oleh amukan si jago merah itu.

Sekretaris Desa Gunturmekar, Wahyu, saat ditemui di lokasi kejadian, menyebutkan luas lahan yang habis terbakar itu belum bisa terhitung secara rinci. Sebab, titik kebakarannya juga tersebar hingga di beberapa lokasi. Namun yang pasti, tanah kas desa yang habis terbakar saja luasnya hampir 5 hektare, belum lagi tanah milik masyarakat dan perkebunan pinus milik Perum Perhutani di kawasan hutan lindung.

"Kami kira api sudah padam semua. Soalnya, pada pukul 22.00 Selasa kemarin, kebakaran ini sudah berhasil dipadamkan," katanya.

Namun tanpa diduga, paginya warga malah melihat lagi kepulan asap di Blok Samalengoh ini. Oleh karena itu, pihaknya bersama seluruh institusi terkait, mulai dari BPBD, Satpol PP, Damkar, anggota TNI/Polri, serta lapisan masyarakat, terpaksa haru naik lagi ke bukit ini untuk melakukan upaya pemadaman.

"Kami memang mengalami kesulitan saat melakukan pemadaman, soalnya angin sedang kencang, dan yang terbakarnya juga pohon pinus yang sedang diala getahnya," ujar Wahyu.

Kendati demikian, pihaknya bersama masyarakat akan terus berupaya melakukan pemadaman. Sebab jika tidak segera dipadamkan, khawatir api itu terus meluas dan masuk ke pemukiman.***
 

Bagikan: