Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Umumnya berawan, 20.1 ° C

Bidan Berperan Krusial untuk Perempuan Cianjur

Shofira Hanan
Ilustrasi.*/CANVA
Ilustrasi.*/CANVA

CIANJUR, (PR).- Bidan di Kabupaten Cianjur diharapkan dapat terus berperan untuk menciptakan akses pelayanan kebidanan. Pasalnya, kebidanan hingga saat ini dianggap memiliki peranan yang sangat penting untuk perempuan di Cianjur.

Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Jawa Barat, Mien Ratminah mengatakan, hak seorang perempuan ada pada keberadaan dan peran bidan. "Akses perempuan untuk mendapat pelayanan itu menjadi yang utama. Karena melindungi hak kesehatan reproduksi itu pun dioptimalkan melalui pelayanan kebidanan,” ujar dia pada kegiatan Puncak HUT IBI ke 68, di Gedung Assakinah, Selasa, 10 September 2019.

Berdasarkan data IBI Cianjur, hingga saat ini ibu bersalin yang mengakses fasilitas kesehatan dengan bidan sebagai penyedia layanan, sudah mencapai 90 persen. Sementara sepuluh persen lainnya, diketahui belum mempercayakan proses persalinan ke bidan.

Persentase tersebut dapat diartikan sebagai realisasi dari optimalisasi pelayanan kebidanan dalam pemberdayaan perempuan dan pelayanan kebidanan. Oleh karena itu, kemitraan bidan dan kalangan perempuan perlu dijaga, terutama di tengah liberalisasi pelayanan kesehatan era globalisasi saat ini.

”Apalagi, bidan itu kan diakui sebagai tenaga kesehatan profesional. Sehingga mampu berkontribusi dalam pelayanan yang berkaitan dengan perempuan dan keluarga. Sesuai dengan moto Midwives defenders of women’s right,” ucapnya.

Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cianjur Liste Zulhijwati Wulan menambahkan, Cianjur pun saat ini menjadi satu-satunya kabupaten yang memiliki klinik pratama kebidanan. Selain itu, bidan juga diarahkan untuk bisa menjadi jejaring BPJS bagi bidang pelayanan swasta.

“Hal itu, bisa memberikan ruang kepada bidan untuk aktif berpartisipasi mendukung kebijakan pemerintah. Terutama pada bidang kesehatan,” ujar Liste.

Ia mengatakan, pelayanan kebidanan di Cianjur diarahkan sedemikian rupa agar mampu melayani secara holistik. Pasalnya, kebidanan Cianjur harus terus berpegang pada jalur promotif dan preventif dalam menjalankan perannya.

”Semoga kami bisa terus menunjukkan tanggung jawab ke masyarakat. Sebanyak 400 bidan di sini, terus dibentuk untuk bisa melayani masyarakat apapun keadaannya,” ucapnya.

Liste juga mengingatkan, agar bidan terus menjaga keterampilan, sopan santun, dan profesionalitas mereka ke depannya.

Sementara itu, Plt Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, kontribusi bidan di Cianjur sedikit banyak terus membantu menaikkan tingkat kesehatan daerah. Menurut dia, bidan sangat berperan terhadap kondisi kesehatan masyarakat.

”Bidan memperlihatkan kontribusinya dalam pelayanan kesehatan di tengah masyarakat. Dengan kata lain, bidan membantu peran pemerintah untuk menangani masalah kesehatan,” ucapnya.

Herman menilai, masalah kesehatan memang tidak bisa hanya ditangani pemerintah. Diperlukan sinergi dengan seluruh stakeholder termasuk pihak swasta untuk meningkatkan kualitas dan kuantitasnya.

Selain itu, ia juga menganggap, keberadaan bidan menjadi salah satu poin penting terhadap upaya peningkatan derajat di Cianjur.***

Bagikan: