Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sedikit awan, 23.8 ° C

Tabrakan Beruntun Kembali Terjadi di Tol, Satu Kendaraan Terbakar

Hilmi Abdul Halim
PETUGAS berusaha memadamkan api pada salah satu kendaraan yang terlibat tabrakan beruntun.*/HILMI ABDUL HALIM/PR
PETUGAS berusaha memadamkan api pada salah satu kendaraan yang terlibat tabrakan beruntun.*/HILMI ABDUL HALIM/PR

PURWAKARTA, (PR).- Tabrakan beruntun kembali terjadi di Jalan Tol Purwakarta-Bandung-Cileunyi kilometer 92 Kabupaten Purwakarta. Kecelakaan yang melibatkan lima kendaraan itu tidak menimbulkan korban jiwa meski membuat salah satu truk kontainer terbakar.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polisi Resor Purwakarta Ajun Komisaris Ricky Adipratama menduga kecelakaan tersebut dipicu oleh salah satu truk kontainer. "Pengemudi kontainer out of control (hilang kendali)," katanya di lokasi kejadian, Selasa 10 September 2019.

Ricky menjelaskan, truk kontainer bernomor polisi B 9265 UEJ itu kemudian menabrak tiga kendaraan penumpang pribadi dan truk box. Truk kontainer berwarna putih itu kemudian menabrak pembatas di sebelah kiri bahu jalan sebelum akhirnya terbakar.

Kejadian tersebut dilaporkan pada pukul 14.13 di jalur B jalan tol arah Jakarta. "Untuk korban saat ini sebanyak dua orang mengalami luka ringan dan sudah dibawa ke rumah sakit MH Thamrin Purwakarta," kata Ricky.

Petugas kepolisian langsung melalui olah tempat kejadian perkara untuk mengetahui penyebab kecelakaan tersebut termasuk penyebab kebakaran truk. Lokasi kejadian kali ini tidak jauh dari lokasi tabrakan beruntun yang melibatkan 20 kendaraan dan menewaskan delapan orang, Senin (2/9/2019) pekan lalu.

Setelah menetapkan sopir truk pengangkut tanah sebagai tersangka penyebab tabrakan, polisi belum menetapkan tersangka baru. Ricky belum bisa memberikan keterangan terkait penyelidikan terhadap perusahaan pemilik truk tersebut.

Lajur darurat

Kecelakaan kali ini menambah daftar kejadian di ruas jalan tol Purbaleunyi antara kilometer 97-90 arah Jakarta. Pihak Jasa Marga sebelumnya menyatakan tengah berencana membangun lajur darurat di pinggir jalan tol tersebut.

Bagian Hubungan Masyarakat Jasa Marga Purbaleunyi Nandang Elan mastikan rencana tersebut segera direalisasikan. "Terkait jalur Darurat, direncanakan dibangun di kilometer 91+350 B dan KM 92+600 B. Pekerjaan dimulai awal Oktober 2019," katanya berdasarkan hasil pembahasan pimpinan perusahaan.

Rencana tersebut diungkapkan pertama kali oleh Manajer Servis Lalulintas Jasa Marga wilayah Purbaleunyi Aryanto. "Karena turunannya panjang kami akan minta pendapat polisi," katanya dalam konferensi pers di Markas Polisi Resor Purwakarta, Rabu (4/9/2019) pekan lalu.

Lintasan tersebut berfungsi untuk mengantisipasi kendaraan yang lepas kendali seperti rem blong pada lintasan jalan menurun. Namun, Aryanto tidak bersedia menjelaskan rencana pembangunan tersebut secara teknis.

Sejak dibangun pada 2005 lalu, Aryanto mengakui baru ada satu lajur darurat di Jalan tol Cipularang. "Mungkin (diperlukan) lebih dari satu, agar efektif. Di kilometer 17 Jalur B sudah ada sejak jalan tol dibangun," katanya.

Untuk jangka pendek, pihak Jasa Marga baru akan menambah rambu-rambu lalu lintas di lokasi rawan kecelakaan tersebut. Termasuk, memasang sejumlah spanduk berisi imbauan kepada pengguna jalan tol agar lebih berhati-hati melewati lintasan menurun.***

Bagikan: