Pikiran Rakyat
USD Jual 14.037,00 Beli 14.135,00 | Badai petir, 25 ° C

Operasi ODOL di Tol, Puluhan Kendaraan Kena Tilang

Tati Purnawati
PETUGAS Kementerian Perhubungan Darat dan Dinas Perhubungan Kabupaten Majalengka tengah melakukan operasi ODOL di ruas Tol Cipali Km 166 Majalengka, Selasa 10 September 2019.*/TATI PURNAWATI/KABAR CIREBON
PETUGAS Kementerian Perhubungan Darat dan Dinas Perhubungan Kabupaten Majalengka tengah melakukan operasi ODOL di ruas Tol Cipali Km 166 Majalengka, Selasa 10 September 2019.*/TATI PURNAWATI/KABAR CIREBON

MAJALENGKA,(PR).- Kementerian Perhubungan Darat disertai petugas PJR dan pengelola Tol Cikampek-Palimaman PT Lintas Marga Sedaya lakukan operasi overdimensi dan overloading (ODOL) 2019. Kegiatan tersebut dilaksanakan di kilometer 166 untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan oleh beratnya muatan barang yang tidak sesuai dengan kapasitas kendaraan, Selasa 10 September 2019.

Dari hasil operasi sedikitnya ada 32 unit kendaraan berbadan besar terjaring razia  dan dikenakan tilang di tempat. Mereka pun diperingatkan agar tidak membawa beban muatan yang berlebihan.

Kanit PJR tol Cipali Ajun Komisaris Polisi Azis Syafrudin mengungkapkan, razia dilakukan bagi kendaraan-kendaraan besar yang membawa muatan yang melebihi batas kapasitas muatan atau over load serta kendaraan yang melebihi batas atas dan panjang maksimal dimensi muat atau over dimensi. Muatan seperti itu selain menyalahi aturan juga rentan terjadinya kecelakaan lalu lintas di ruas tol.

Guna memastikan kelebihan batas muatan dan over dimensi petugas dari Kementerian perhubungan Darat dibantu Dinas Perhubungan Kabupaten Majalengka dan petugas Tol Cipali serta PJR memasang alat ukur timbangan fortable.

“Alat ukur ini bisa mengukur beban muatan kendaraan bersumbu besar dan bermuatan barang,” kata Azis.

Menekan angka kecelakaan

Disampaikan Azis, upaya tersebut juga untuk menekan angka kecelakaan, karena kendaraan bermuatan berat tidak akan bisa memacu laju kendaraan sesuai dengan ambang batas minimal kecepatan di ruas tol.

“Laju kendaraan di ruas tol, ini terlalu cepat akan memicu terjadinya kecelakaan demikian juga jalu kendaraand di bawah ambang batas karena akan menganggu laju kendaraan lain,” katanya.

Staf Manager PT LMS Ahmad Idham berharap operasi ODOL bisa dilakukan secara rutin, hal ini akan mengurangi jumlah kecelakaan yang terjadi di ruas tol serta tingkat kerusakan jalan akibat beban yang terlalu tinggi.

Seperti diketahui sementara ini kondisi ruas jalan tol sering mengalami kerusakan dan tingkat pemeliharaanpun cukup tinggi sebagian besar diakibatkan oleh beban kendaraan yang terlalu tinggi.

Sementara itu seorang pengemudi truk Supria menyambut baik adanya operasi tersebut walaupun dirinya terkena tilang. Hal ini menurutnya turut membantu pengemudi.

Sosialsiasi ini pun baik jika dilakukan kepada para pengusaha angkutan barang dan pemilik angkutan berbadan besar. Agar mereka bisa memahami kondisi di lapangan.***

Bagikan: