Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Umumnya cerah, 29.6 ° C

Nama Martinus Mengingatkan Ada Penjajahan di Indramayu

Gelar Gandarasa
TIM Ahli Cagar Budaya Indramayu meninjau nisan peninggalan zaman Belanda di Penganjang, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Selasa 10 September 2019.*/GELAR GANDARASA/PR
TIM Ahli Cagar Budaya Indramayu meninjau nisan peninggalan zaman Belanda di Penganjang, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Selasa 10 September 2019.*/GELAR GANDARASA/PR

INDRAMAYU, (PR).- Nama Martinus Azon Cornelis Jacometti terukir di sebuah batu kotak. Berdasarkan informasi yang terukir di batu, dia dilahirkan pada 23 Desember 1860 dan tutup usia pada Juni 1916. Tak banyak orang mengetahui sosok misterius tersebut. Namun yang jelas Martinus semasa hidupnya merupakan seorang penjajah di tanah air. 

Batu kotak berukuran panjang 145 sentimeter, lebar 70 sentimeter dengan ketebalan 7 sentimeter itu bukanlah sembarang batu. Objek kotak tersebut merupakan sebuah batu nisan peninggalan masa penjajahan Belanda. Lewat batu nisan itu, warga bisa mengenang masa-masa perjuangan bangsa Indonesia melawan para penjajah. 

Namun nahas, batu nisan itu kini berakhir di septic tank. Entah ketidaktahuan atau faktor lain, batu tersebut dipakai sebagai penutup septic tank. Tak ayal batu marmer tersebut nampak mencolok dibanding penutup septic tank yang lain. Tanpa perawatan, tulisan yang tertera di atas batu perlahan mulai memudar. 

Saat ini, pemerintah daerah berencana menyelamatkan warisan peninggalan masa lampau tersebut. Dalam waktu dekat ini, batu nisan akan coba diangkat untuk diamankan. Kasi Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu, Tinus Suprapto menuturkan, pengangkatan batu nisan merupakan bagian dari upaya penyelamatan benda bersejarah. 

"Letak batu ada di Penganjang, Kecamatan Sindang," ungkap Tinus, Selasa 10 September 2019.

Koordinasi

Menurut Tinus, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kodim 0616 Indramayu untuk mengangkat batu tersebut dan mendapatkan respons positif. Sehingga jika batu pengganti sudah rampung dibuat, tim akan segera mengamankan batu nisan berbahan marmer tersebut. 

Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Indramayu Dedy Musashi mengatakan, dibutuhkan waktu sepekan untuk membuat duplikat batu tersebut. Nantinya duplikat akan digunakan untuk mengganti tutup septic tank yang telah diangkat. "Teknis pengangkatan dilakukan dengan cara ekskavasi penyelamatan dan tetap memperhatikan struktur yang ada dibawahnya," ungkapnya. 

Dia menambahkan, nisan tak akan serta merta diangkat begitu saja. Pengamatan sekitar perlu dilakukan terlebih dahulu. Sebab dikhawatirkan di dalam septic tank terdapat benda-benda berbahaya seperti berbahaya. "Ditakutkan ada bahan peledak atau senjata yang sengaja di buang ke sana," ungkapnya. 

Terkait identitas Martinus, kata Dedy, tim masih menelusurinya lebih jauh. Namun informasi sementara, Martinus merupakan sosok pimpinan pabrik yang ada di kawasan Bandar Cimanuk. Dahulu kala, ada banyak pabrik tersebar di sana. Pabrik itu antara lain penggilingan padi, es, kertas, bahkan kapal. Kemungkinan Martinus merupakan pimpinan salah satu perusahaan tersebut.

Jika sudah terangkat benda itu akan disimpan di tempat yang layak. Untuk urusan lokasinya, tim menyerahkan sepenuhnya kepada dinas pariwisata. Dia menyarankan agar batu nisan itu disimpan baik-baik di museum agar bisa dinikmati oleh khalayak umum.***

Bagikan: