Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya berawan, 20.5 ° C

Iuran BPJS Kesehatan Naik, Pasien Beralih ke KS NIK

Riesty Yusnilaningsih
SUASANA pembuatan KS-NIK di Pendopo Pemkot Bekasi, Selasa 10 September 2019.*/RIESTY YUSNILANINGSIH/PR
SUASANA pembuatan KS-NIK di Pendopo Pemkot Bekasi, Selasa 10 September 2019.*/RIESTY YUSNILANINGSIH/PR

BEKASI, (PR).- Permohonan pembuatan Kartu Sehat berbasis NIK (KS NIK) melonjak tiga kali lipat pascaberedarnya informasi rencana kenaikan iuran Badan Pengelola Jaminan Kesehatan hingga seratus persen.

Petugas pelayanan pembuatan KS-NIK Alfi Febriantara menyebutkan, lonjakan warga yang mengurus pembuatan KS-NIK melonjak sejak sepekan terakhir.

"Biasanya dalam sehari warga yang datang untuk memproses pembuatan KS-NIK berkisar 50-60 orang. Namun sudah seminggu belakangan, pemohonnya lebih banyak, bisa sampai 100-150 warga yang datang setiap hari untuk membuat KS-NIK," kata Alfi, 10 September 2019.

Menurut Alfi, berdasarkan keterangan dari pemohon KS-NIK, banyak di antaranya yang semula tak mengurus pembuatan KS-NIK karena telah menjadi peserta BPJS.

"Namun saat informasi iuran BPJS akan naik, banyak yang akhirnya mengurus pembuatan KS-NIK," katanya.

Menurut informasi yang beredar, iuran BPJS direncanakan naik dua kali lipat untuk peserta kelas I dan II. Iuran peserta kelas I yang semula Rp 80.000 per bulan direncanakan naik menjadi Rp 160.000 per bulan. Demikian pula peserta kelas II yang iuran bulanannya semula Rp 55.000 direncanakan naik menjadi Rp 110.000. Adapun peserta BPJS kelas III, kenaikannya tidak sampai dua kali lipat, yakni hanya berkisar 65 persen, dari semula Rp 25.500 menjadi Rp 42.000.

Tidak dibebani iuran

Sementara itu, pemegang KS-NIK tidak dibebani iuran bulanan. Hanya saja, semua pemegang KS-NIK mendapatkan pelayanan kelas III, baik di Rumah Sakit Umun Daerah dr. Chasbullah Abdul Madjid maupun sejumlah rumah sakit swasta yang menjadi rekanan Pemerintah Kota Bekasi dalam melayani pasien pemegang KS-NIK.

Selebihnya, pelayanan kesehatan pasien pemegang KS-NIK sama halnya seperti peserta BPJS. Pasien harus melakukan pemeriksaan awal di fasilitas layanan kesehatan tahap awal, yakni Puskesmas sebelum mengakses layanan di rumah sakit.

Salah satu warga yang tergiur layanan kesehatan bebas iuran bulanan ala KS-NIK ialah Purwandi. Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai sopir ojek tersebut sabar mengantre giliran pembuatan KS-NIK di Pendopo Pemkot Bekasi, Selasa (10/9/2019).

Purwandi mengatakan, meski layanan KS-NIK sudah bisa dimanfaatkan warga Kota Bekasi sejak 2017, tapi ia baru berminat ikut merasakannya sekarang ini. Sebelumnya, ia mengandalkan kepesertaan BPJS jika ia atau anggota keluarganya ada yang sakit.

Namun sejak tiga bulan terakhir, kepesertaan BPJS dirinya dan keluarga dinyatakan nonaktif, seiring iuran bulanan yang tak lagi terbayar.

"Di tengah kesulitan bayar iuran BPJS, tetangga ada yang cerita soal KS-NIK. Katanya layanannya lebih baik dan yang terpenting, tidak ada iuran bulanan yang cukup memberatkan buat saya," katanya.

Bermodal promosi sang tetangga, Purwandi pun ikut mengantre bersama puluhan warga lain yang sudah menunggu sebelum layanan pembuatan KS-NIK dibuka. Hanya dengan syarat foto kopi Kartu Keluarga juga KTP elektronik, Purwandi pun akhirnya terdaftar sebagai pemegang KS-NIK yang nantinya bisa memanfaatkan fasilitas layanan kesehatan cuma-cuma.***

Bagikan: