Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Umumnya cerah, 22.6 ° C

Di Jalur Cikarang-Babelan Kendaraan Harus Bergantian

Tommi Andryandy
ILUSTRASI perbaikan jalan.*/DOK. PR
ILUSTRASI perbaikan jalan.*/DOK. PR

CIKARANG, (PR).- Jalan yang menghubungkan Cikarang-Babelan melalui jalur Cikarang-Bekasi-Laut (CBL), ambrol. Beton yang melapisi jalan retak akibat tanah yang menjadi fondasi terus terkikis oleh derasnya aliran sungai di sampingnya.

Berdasarkan pantauan “PR” Online, Selasa 10 September 2019, jalan yang ambrol terjadi di dua titik sekaligus. Pertama di RT 02 RW 02 Kampung Telar Desa Muktiwari, Kecamatan Cibitung. Kemudian, yang kedua di Kampung Sasak Bakar, RT 02 RW 02 Desa Kertamukti Kecamatan Cibitung atau berjarak sekitar 800 meter dari titik pertama.

Ambrolnya jalan di kedua titik tersebut nyaris sama yakni berada di sisi kiri arah Babelan. Tanah yang tergerus aliran sungai mengakibatkan badan jalan ambrol meski telah dibeton.

Pada titik pertama, jalan sebenarnya belum sepenuhnya amblas. Pada sisi kiri, beton masih melapisi jalan namun fondasinya rapuh. Sehingga jika dilintasi pejalan kaki sekalipun jalan bakal amblas. Ironisnya, tidak ada peringatan bahaya di lokasi tersebut. Jalan yang rapuh itu hanya diberi garis menggunakan sobekan kain yang dibuat oleh warga sekitar.

Kondisi makin parah terjadi di titik kedua di mana jalan telah sepenuhnya ambrol. Jalan yang amblas itu bahkan telah melebihi bagian tengah badan jalan. Sehingga kendaraan yang melintas terpaksa menggunakan bahu jalan agar tidak turut terperosok.

Bergantian

Sama seperti di titik pertama, lokasi kedua ini pun tidak dipasangi garis pengaman. Hanya tali dari sobekan kain yang kemudian dibantu oleh sekelompok pemuda sekitar yang membantu menertibkan kendaraan yang melintas. Karena lebih dari setengah badan jalan amblas, maka kendaraan harus bergantian ketika melintas.

Maman (24), warga sekitar mengatakan, amblasnya jalan tersebut telah terjadi sejak lama, bahkan lebih dari satu tahun lalu. Amblasnya jalan berawal saat hujan terus mengguyur Cibitung dan sekitarnya. Hujan membuat aliran sungai CBL menjadi deras hingga mengikis tanah penahan jalan.

“Itu awalnya hujan. Ini kan tanah kayaknya labil jadi gampang kegerus. Kejadiannya ada kali setahun setengah mau dua tahun, enggak ada yang benerin. Kalau yang foto-foto mah banyak tapi ya sekedar foto aja gitu,” ujar Maman yang turut membantu kendaraan yang hendak melintasi jalan amblas.

Diungkapkan dia, awalnya jalan yang amblas hanya di bagian bahu. Namun, karena tidak segera diperbaiki, tanah makin tergerus hingga membuat sebagian besar badan jalan amblas. “Ini juga makanya dibuat buka tutup. Kalau dibolehin mobil masuk semua, takut bahaya,” ucap dia.

Jalur alternatif

Jalan Cikarang-Babelan via CBL merupakan jalur alternatif dari Cikarang ke sejumlah wilayah utara di Kabupaten Bekasi. Melalui jalur ini, pengendara dapat menuju Tambun Utara, Muaragembong atau bahkan menuju Jakarta Utara melalui Tarumajaya.

Meski tidak terdapat pabrik atau kawasan industri, jalur ini kerap dilalui kendaraan berat yang mengangkut pasir serta bahan material lain. Tidak hanya itu, kendaraan pribadi pun turut melintasi jalur ini, terlebih setelah banyaknya perumahan yang dibangun di sisi utara di sepanjang jalur ini.

Iik (24), warga lainnya berharap jalan yang amblas segera diperbaiki karena membahayakan mereka yang melintas. Terlebih pada malam hari karena tidak ada penerangan jalan. “Ini juga yang jaga cuma sampai jam 11 malam. Jadi kalau ada yang lewat malam, enggak tahu medannya, harus hati-hati. Kalau dibilang bahaya, ya bukan bahaya lagi,” ucap dia.

Sementara itu, Camat Cibitung, Hasan Basri membenarkan kondisi jalan tersebut. Menurut dia, ambrolnya jalan sudah terjadi sejak 2018 lalu.

Kondisi tersebut pun dilaporkan dan telah diajukan penanganannya pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bekasi. Bahkan, pengajuan perbaikan telah disampaikan sebanyak dua kali.

“Sudah dua kali dilaporkan, cuma saya belum tahu kenapa belum ditangani juga. Memang ini membahayakan. Ini tentu akan saya konfirmasi lagi, semoga dapat segera ditangani,” kata dia.***

Bagikan: