Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sedikit awan, 21.2 ° C

Bupati Indramayu Belum Dapat Laporan Sekolah Rusak

Gelar Gandarasa
SISWA SDN Kalianyar II tengah belajar di teras ruang kelas mereka, Sabtu, 7 September 2019. Rusaknya sekolah tersebut belum diteruskan kepada bupati Indramayu.*/GELAR GANDARASA/PR
SISWA SDN Kalianyar II tengah belajar di teras ruang kelas mereka, Sabtu, 7 September 2019. Rusaknya sekolah tersebut belum diteruskan kepada bupati Indramayu.*/GELAR GANDARASA/PR

INDRAMAYU, (PR).- Rusaknya bangunan Sekolah Dasar Negeri Kalianyar II di Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu belum sampai ke bupati Indramayu Supendi. Supendi mengakui, dirinya belum mendapatkan laporan terkait parahnya kondisi bangunan sekolah tersebut. Pemerintah daerah akan segera mencari solusi atas permasalahan pendidikan di Kabupaten Indramayu.

“Kondisinya seperti apa?, saya juga belum tahu,” kata Supendi, seusai meresmikan gedung baru RSUD Indramayu, Senin, 9 September 2019. Kendati belum mengetahuinya, dia akan segera mengambil langkah-langkah untuk mengatasi buruknya sarana dan prasarana di SDN Kalianyar II. Dia mengakui, jika kondisi bangunan rusak memang harus mendapatkan penanganan segera.

Sebab dikhawatirkan bisa membahayakan keselamatan para siswa yang tengah menempuh pendidikan di sekolah. “Jangan sampai menunggu ambruk. Kita akan segera selesaikan,” tegas Supendi. Dia menambahkan, dirinya akan segera memerintahkan dinas pendidikan untuk menyelesaikan persoalan rusaknya sekolah di Kabupaten Indramayu.

Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Komisi X Dedi Wahidi mengatakan, persoalan pendidikan mesti menjadi perhatian serius dari semua pihak. Sebab ada segudang persoalan yang terjadi di dalam dunia pendidikan Indonesia. Selain persoalan rusaknya bangunan, persoalan kurangnya guru juga masih jadi hambatan.

Persoalan-persoalan yang ada itu belum diimbangi oleh anggaran yang memadai. “Jadi memang anggarannya yang sedikit,” kata dia. Tak heran persoalan sekolah rusak bukan hanya terjadi di Kabupaten Indramayu saja melainkan daerah lainnya di Indonesia. “Semoga menjadi perhatian dari pemerintah untuk mengalokasikan anggaran secukupnya,” kata mantan wakil bupati Indramayu tersebut. Dia pun menyarankan agar pemerintah fokus untuk membenahi dan memperbaiki bangunan sekolah rusak yang tersebar di Indonesia.

Sebelumnya diberitakan, puluhan siswa di SDN Kalianyar II mesti bersekolah di bangunan rusak. Dari enam ruang kelas yang ada, satu sudah tidak bisa digunakan lagi. Siswa pun mesti bergiliran menggunakan ruang kelas yang tersisa.

Meski masih tersisa lima kelas, kondisi kelas-kelas tersebut tak jauh beda dengan kelas yang sudah tak difungsikan. Proses belajar mengajar pun seringkali terhambat karena siswa tak fokus memperhatikan guru mereka. Belum lagi tatkala hujan siswa dibayang-bayangi oleh atap yang bocor.

Oleh karena itu, pengurus sekolah dan siswa berharap bangunan sekolah mereka bisa mendapatkan sentuhan perbaikan. Dikhawatirkan buruknya kondisi bangunan membahayakan keselamatan siswa. Terlebih SDN Kalianyar II merupakan andalan bagi 90 orang siswa yang menempuh pendidikan di sekolah tersebut. Data dari Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu total ada sebanyak 886 sekolah dasar di Indramayu. Dari jumlah itu 30 persen di antaranya dalam kondisi rusak.***

Bagikan: