Pikiran Rakyat
USD Jual 14.032,00 Beli 14.130,00 | Cerah, 25.6 ° C

SDN Pancawangi Butuh Tenda Darurat

Shofira Hanan
ILUSTRASI.*/CANVA
ILUSTRASI.*/CANVA

CIANJUR, (PR).- Pihak SDN Pancawangi mengharapkan adanya bantuan tenda darurat untuk menaungi siswa selama belajar di lapangan. Mereka berharap kebutuhan itu dipenuhi oleh pemerintah setidaknya selama ruangan kelas masih belum dibangun kembali.

Salah seorang guru, Tintin Sudartini mengatakan, saat ini tenda darurat itu dibutuhkan oleh siswa agar mereka lebih nyaman ketika belajar. Setidaknya para siswa tidak perlu kepanasan ataupun bungkuk saat menulis.

”Karena kasihan, mereka harus bungkuk dan duduk dengan posisi tidak nyaman. Belum lagi udara yang panas, jadi rata-rata mereka itu tidak fokus waktu belajar,” ujar dia, Senin 9 September 2019.

Ia menjelaskan, sebenarnya pihak pemkab sudah menjajikan sekolah bisa mendapatkan pinjaman tenda darurat dari BPBD Cianjur. Hanya saja, ternyata sekolah harus melakukan pengajuan terlebih dahulu untuk mendapatkan pinjaman.

Menurut Tintin, hal itu dikhawatirkan akan memakan waktu atau bahkan biaya. Padahal, seharusnya pemerintah lebih aktif untuk sigap memberikan bantuan terlebih setelah mengetahui kondisi darurat yang terjadi di SDN Pancawangi.

Lebih lanjut dikatakan, pihak sekolah masih terus menunggu bantuan pasca satu ruang kelas ambruk dan dua lainnya rusak sehingga tidak bisa digunakan. Apalagi, sejak 2014 lalu sekolah sudah banyak mengajukan permohonan bantuan tapi belum satu pun terealisasi.

”Makanya, bisa dibilang kami juga sudah capek menunggu. Jadi untuk saat ini mah kami mengharapkan ada bantuan sementara saja dulu, kasih murid kami tenda selama kondisi kelas masih begitu,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur, Agus Supiandi mengatakan, dinas sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 150 juta untuk rehabilitasi fisik sekolah di Kampung Pasirsembung, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku itu.

Menurut dia, dinas mengalokasikan biaya untuk sekolah tersebut melalui dana alokasi umum (DAU) perubahan tahun ini. “Cuma, kami tidak tahu kapan dana bisa dicairkan. Karena masih harus menunggu persetujuan dewan,” ujar Agus.

Agus menjelaskan, alokasi anggaran itu digunakan untuk rehabilitasi fisik dua lokal kelas yang rusak parah. Selain itu, bangunan kelas yang ambruk rencananya akan dianggarkan kembali tahun depan.

Hal itu dilakukan, karena jika anggaran dengan nilai lebih dari Rp 200 juta harus melalui tahap lelang yang akan memakan waktu. Namun, jika nilainya kurang dari Rp 200 juta maka bisa dilakukan penunjukkan langsung atau swakelola.

”Jadi, SDN Pancawangi menjadi satu dari 74 sekolah yang diusulkan mendapat bantuan rehabilitasi. Tapi semuanya masih perlu persetujuan dewan,” kata dia.***

Bagikan: