Pikiran Rakyat
USD Jual 14.027,00 Beli 14.125,00 | Umumnya berawan, 29 ° C

KPK Panggil Dua Anggota DPRD dari Fraksi PDIP Terkait Kasus Meikarta

Yusuf Wijanarko
PEMBANGUNAN Meikarta di Kabupaten Bekasi/ANTARA
PEMBANGUNAN Meikarta di Kabupaten Bekasi/ANTARA

JAKARTA, (PR).- KPK, Senin 9 September 2019 memanggil dua anggota DPRD sebagai saksi dalam penyidikan kasus suap Meikarta di Kabupaten Bekasi.

Dua anggota DPRD yang dipanggil itu yakni anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi PDIP Soleman dan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PDIP Waras Wasisto.

Keduanya dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa.

"Keduanya dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IWK (Iwa Karniwa) terkait tindak pidana korupsi suap pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi," ucap Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta kepada Antara.

Selain itu, KPK juga memanggil satu saksi lainnya untuk tersangka Iwa Karniwa yaitu staf perizinan PT Lippo Cikarang Satriyadi.

Sebelumnya, KPK telah memanggil Soleman dan Waras pada Selasa 20 Agustus 2019. Saat itu, KPK mengonfirmasi keduanya soal pengurusan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi dan aliran dana terkait dengan kasus suap tersebut.

Selain Iwa Karniwa, KPK pada Senin 29 Juli  juga telah menetapkan mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Bartholomeus Toto sebagai tersangka dalam pengembangan perkara kasus Meikarta.

Untuk tersangka Iwa Karniwa, KPK telah menahan yang bersangkutan pada Jumat 30 Agustus 2019. Sementara tersangka Bartholomeus Toto belum ditahan.

Perkara kasus Meikarta berawal dari kegiatan tangkap tangan pada 14 dan 15 Oktober 2018. KPK menetapkan 9 tersangka dari unsur kepala daerah, pejabat di Pemkab Bekasi, dan pihak swasta.

Kesembilan orang yang sudah divonis tersebut yaitu:

1. Neneng Hassanah Yasin divonis 6 tahun penjara
2. Bekas Kepala Dinas PUPR Pemkab Bekasi Jamaludin divonis 4,5 tahun penjara
3. Bekas Kepala PMPTSP Pemkab Bekasi Dewi Tisnawati divonis 4,5 tahun penjara
4. Bekas Kepala Dinas Damkar Pemkab Bekasi, Sahat Maju Banjarnahor divonis 4,5 tahun penjara
5. Bekas Kepala Bidang Penataan ruang Dinas PUPR Neneng Rahmi Nurlaili divonis 4,5 tahun penjara
6. Bekas Direktur Operasional Lippo Group, Billy Sindoro divonis 3,5 tahun penjara
7. Henry Jasmen P Sitohan divonis 3 tahun penjara
8. Fitradjaja Purnama divonis 1,5 tahun penjara
9. Taryudi divonis 1,5 tahun penjara***

Bagikan: