Pikiran Rakyat
USD Jual 14.034,00 Beli 14.132,00 | Umumnya berawan, 29.2 ° C

Ilmu Kasumedangan Selalu Rendah Hati

Tim Pikiran Rakyat
KETUA Yayasan Nazhir Wakaf Pangeran Sumedang, Luky Djohari Soemadilaga.*/TAUFIK ROCHMAN/KABAR PRIANGAN
KETUA Yayasan Nazhir Wakaf Pangeran Sumedang, Luky Djohari Soemadilaga.*/TAUFIK ROCHMAN/KABAR PRIANGAN

SUMEDANG,(PR).- Ketua Yayasan Nazhir Wakaf Pangeran Sumedang, Luky Djohari Soemadilaga, menyebutkan bahwa harta benda yang telah diwakafkan Pangeran Sumedang, kelak harus memiliki nilai untuk warga Sumedang.

Sebab bagaimana pun, tujuan leluhur Sumedang mewakafkan harta bendanya ini, tiada lain untuk memberikan kemanfaatan dan kemaslahatan bagi seluruh masyarakat Sumedang.

Maka dari itu, sebagai lembaga yang mengelola wakaf Pangeran Sumedang atau Kerajaan Sumedang, Yayasan Nazhir Wakaf, tentunya memiliki kewajiban untuk mengurus dan mengelola seluruh wakaf bergerak atau pun tidak bergerak agar bisa benar-benar menjadi sebuah barang pusaka yang memiliki nilai untuk kemaslahatan masyarakat Sumedang.

Nilai di sini, kata Luky, tentunya dapat dianalogikan sebagai sebuah benda pusaka yang dapat dijadikan identitas "Kasumedangan".

"Perlu diketahui pula, Kasumedangan ini merupakan sebuah filosofi dari para leluhur tentang bagaimana seorang pemimipin yang mau mengedepankan kepentingan rakyatnya diatas kepentingan dirinya sendiri ataupun keluarganya," katanya Senin 9 September 2019.

Jika seseorang telah memegang ilmu Kasumedangan, maka dia akan selalu rendah hati dan selalu mengedepankan kepentingan rakyat diatas kepentingan yang lain.

Atas dasar itu, maka seluruh wakaf yang berasal dari peninggalan kerajaan Sumdang ini harus dijadikan simbol budaya untuk memotivasi seluruh masyarakat Sumedang agar bisa memegang teguh filosofi "Kasumedangan" yang menjadi pedoman para pendiri Sumedang.

Untuk mewujudkan hal tersebut, maka pihak Nazhir Wakaf, berkewajiban untuk meningkatkan produktivitas objek wakaf ini agar menjadi pusat pengembangan dan pelestarian budaya. 

Jangan sampai pusaka leluhur Sumedang ini hanya dijadikan sebuah koleksi belaka, akan tetapi harus menjadi identitas daerah yang mampu mendorong kemajuan daerahnya.

"Secara perlahan, kami akan terus meningkatkan objek wakaf yang kami kelola ini, supaya ke depannya bisa memiliki nilai sepirit untuk kemajuan Sumedang, seperti yang diharapkan oleh para leluhur," katanya kepada wartawan Kabar Priangan, Taufik Rochman.***

Bagikan: