Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Sebagian berawan, 20.5 ° C

Digital Forensik Akan Ungkap Pengunggah Video Vina Garut

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI video mesum.*/ANTARA
ILUSTRASI video mesum.*/ANTARA

GARUT, (PR).- Terkait penyelidikan untuk mengungkap penyebar video mesum Vina Garut, pihak kepolisian  masih menunggu hasil digital forensik. Dari hasil digital forensik ini juga nantinya akan diketahui siapa pemilik akun media sosial (medsos) yang pertama mengunggah video yang viral dan menghebohkan itu.

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna menjelaskan, sebelumnya tim penyidik yang menangani kasus video tak senonoh itu telah mendatangi Puslabfor Mabes Polri untuk mengecek jejak digital kasus tersebut. Disampaikannya, penyidik membawa barang bukti ke Puslabfor untuk diselidiki dan hasilnya diperkirakan akan segera diketahui dalam waktu dekat.

"Barang bukti yang dibawa ke Puslabfor oleh penyidik di antaranya ponsel milik tersangka AK yang sebelumnya juga telah dilakukan pengecekan oleh penyidik," ucap Budi.

Diungkapkannya, penyebar video tersebut dapat dijerat Undang-undang ITE tentang penyebaran konten pornografi. Namun demikian Budi menuturkan pihaknya tetap akan menunggu katerangan ahli terkait kasus ini.

Tak dihentikan

Sementara itu, meninggalnya A (31) alias Rayya, salah satu tersangka kasus video "Vina Garut" tak mengakibatkan proses hukum kasus yang sangat menghebohkan itu terhenti. Saat ini polisi bahkan sudah melimpahkan berkas kasus tersebut ke pihak Kejaksaan.

Kapolres Budi menyebutkan pihaknya masih melanjutkan proses penyidikan untuk kasus video "Vina Garut". Penyidikan yang dihentikan hanya terhadap tersangka Rayya dikarenakan yang bersangkutan sudah meninggal.

Dikatakannya, penghentian penyidikan terhadap tersangka Rayya telah sesuai dengan aturan yang berlaku. Ketika tersangka meninggal dunia maka menurut aturan secara otomatis penyidikan terhadapnya pun dihentikan. 

Namun Budi menegaskan, meninggalnya Rayya tidak akan menghambat penanganan kasus video "seks gangbang" yang melibatkan seorang perempuan dengan tiga pria itu. Apalagi keterangan yang telah didapatkan penyidik dari tersangka Rayya sudah dirasa cukup.

Selain Rayya, tuturnya, ada dua orang lain yang ditetapkan polisi sebagai tersangka dalam kasus itu. Mereka adalah VA (19) yang diketahui sebagai pemeran wanita dalam video itu serta seorang pria lain berinisial W.

"Yang kita hentikan penyidikannya hanya untuk tersangka Rayya yang saat ini sudah meninggal. Sedangkan untuk tersangka V dan W, proses hukumnya tetap berlanjut," ujar Budi, Senin 9 September 2019.

Dua berkas

Bahkan menurut Budi, saat ini pihaknya sudah melimpahkan berkas kasus kedua tersangka kepada pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut. Dipastikan, tak lama lagi tersangka V dan W akan menjalani persidangan. 

Budi menilai berkas penyidikan kasus tersebut saat ini sudah lengkap sehingga sudah saatnya dilimpahkan ke Kejari guna melangkah ke proses selajutnya. Penyerahan berkas kasus ini sudah dilaksanakan oleh penyidik ke Kejaksaan, Senin (9/9/2019) sekitar pukul 12.00 WIB.

"Penyerahan berkas dilakukan oleh penyidik dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Garut dengan mendatangi langsung kantor Kejari Garut, di Jalan Ahmad Yani, tadi siang (kemarin)," katanya kepada wartawan Kabar Priangan, Aep Hendy.

Adapun berkas yang diserahkan oleh penyidik ke Kejaksaan tambah Budi, terdiri dari dua berkas yakni berkas untuk hasil penyidikan tersangka V dan berkas hasil penyidikan tersangka W. Mengenai kelanjutan perkaranya, pihaknya saat ini masih menunggu hasil koordinasi dengan Kejaksaan.

Budi berharap, berkas yang telah diserahkan penyidik dari PPA Satreskrim Polres Garut itu dianggap sudah P21 (lengkap) sehingga kasusnya tinggal disidangkan. Namun kalaupun pihak Kejaksaan menyatakan berkasnya masih P19 (harus dikembalikan karena dianggap belum lengkap), maka penyidik akan segera melengkapinya kembali.***
 

Bagikan: